Mendes PDT Dukung Anyer–Panarukan 3R, Bidik Peningkatan Kelas Ribuan Desa

Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:59:10 WIB

JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendukung program Anyer–Panarukan 3R yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bersama Pemerintah Kabupaten Serang, Banten. Program tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa melalui pengembangan potensi lokal di sepanjang jalur bersejarah Jalan Raya Pos.

Dukungan itu disampaikan Yandri dalam Kick Off Anyer–Panarukan 3R di Auditorium Bank BJB, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026). Peluncuran tersebut dihadiri Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.

Yandri mengatakan, jalur Anyer–Panarukan melewati ribuan desa dengan karakteristik dan keunggulan yang beragam. Potensi tersebut dapat menjadi modal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat apabila dikembangkan melalui kolaborasi lintas daerah dan lintas sektor.

“Kemendes akan menjadikan momentum Program Anyer–Panarukan 3R ini untuk menaikkan kelas desa-desa yang ada di jalur Anyer–Panarukan dengan tetap mengedepankan potensi desa masing-masing,” ujar Yandri.

Menurutnya, setiap desa memiliki keunggulan yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Potensi tersebut meliputi sektor pertanian, kawasan pesisir, desa wisata, produk budaya, hingga ekonomi kreatif.

Karena itu, pengembangan Anyer–Panarukan 3R perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Yandri meyakini program tersebut berpeluang berkembang menjadi gerakan bersama yang mengintegrasikan pembangunan ekonomi, kebudayaan, dan infrastruktur.

“Saya haqqul yaqin program Anyer–Panarukan 3R akan menjadi gerakan ekonomi, gerakan budaya dan infrastruktur serta lainnya,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa program Anyer–Panarukan 3R direncanakan menjadi kalender tahunan. Jangkauan program diharapkan tidak berhenti pada Situbondo dan Serang, tetapi meluas dengan melibatkan kabupaten, kota, serta desa-desa lain di sepanjang jalur bersejarah tersebut.

Kemendes PDT, lanjut Yandri, siap mendukung pengembangan jejaring kerja sama dengan berbagai mitra untuk memperkuat pelaksanaan program.

Anyer–Panarukan 3R mengusung konsep Road, Route, dan Roots. Ketiganya mencakup pengembangan jalan bersejarah sebagai penghubung wilayah, koridor perjalanan dan ekonomi, serta penguatan akar sejarah dan budaya masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, program ini diharapkan tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga membuka peluang bagi desa untuk mengembangkan produk unggulan, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.[]

Terkini