PG Assembagoes Maksimalkan Penanganan Tolato, DLH Situbondo Sebut Keluhan Warga Mulai Berkurang

Jumat, 31 Juli 2026 | 12:47:07 WIB

SITUBONDO – Keluhan warga terkait penyebaran tolato dari aktivitas giling Pabrik Gula (PG) Assembagoes mulai berangsur mereda. Manajemen pabrik menyatakan berbagai langkah penanganan yang dilakukan selama musim giling mulai membuahkan hasil. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo pun memastikan terus mengawal proses perbaikan hingga musim giling berakhir.

Humas PG Assembagoes, Supadi, mengatakan perusahaan terus melakukan evaluasi terhadap sistem pengendalian emisi sekaligus menjalankan berbagai penanganan di lapangan. Langkah itu dilakukan untuk meminimalkan dampak aktivitas giling terhadap masyarakat sekitar.

"Penanganan kami lakukan semaksimal mungkin. Alhamdulillah, kondisi tolato sekarang sudah jauh berkurang dibandingkan sebelumnya," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Menurut Supadi, selain mengoptimalkan proses pembakaran dan pengendalian emisi, perusahaan juga menerjunkan petugas untuk membersihkan lingkungan di sekitar pabrik.

Petugas melakukan penyiraman jalan, pepohonan, hingga rumah-rumah warga yang terdampak agar debu dan sisa tolato yang menempel dapat segera dibersihkan.

"Harapan kami masyarakat bisa kembali nyaman beraktivitas. Karena itu, penyiraman terus kami lakukan di titik-titik yang terdampak," katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Situbondo Sandy Hendrayono memastikan pihaknya tidak tinggal diam menghadapi keluhan masyarakat. Sejak awal musim giling, DLH telah melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap langkah-langkah perbaikan yang dilakukan PG Assembagoes.

"Setiap tahun persoalannya berbeda. Tahun ini kami mendampingi sejak awal musim giling dan terus mengevaluasi upaya perbaikan yang dilakukan pihak PG," ungkapnya.

Menurut Sandy, DLH meminta perusahaan memaksimalkan pembakaran sempurna agar partikel hasil pembakaran dapat ditekan semaksimal mungkin.

DLH juga memperketat pengawasan. Petugas bahkan beberapa kali turun pada malam hari setelah menerima laporan warga terkait penyebaran tolato.

"Kami tidak hanya memantau siang hari. Saat ada laporan masyarakat, kami juga turun malam untuk memastikan kondisi di lapangan dan melihat langsung langkah perbaikan yang dilakukan," jelas Sandy.

Hasil pemantauan DLH menunjukkan kondisi mulai membaik. Penyebaran tolato yang sempat meningkat beberapa waktu lalu kini mulai berkurang setelah dilakukan penyesuaian proses pembakaran dan berbagai langkah teknis lainnya.

Selain itu, DLH meminta PG Assembagoes menambah paranet pada area penyimpanan bagas atau ampas tebu untuk mengurangi debu putih yang mudah beterbangan saat angin kencang.

"Yang terpenting adalah komitmen perbaikannya. Kami akan terus mengawal hingga musim giling selesai agar dampaknya semakin kecil dan masyarakat tidak lagi merasa resah," pungkas Sandy.[]

Terkini