Struktur Akad Qardlu

 Struktur Akad Qardlu

 Struktur Akad Qardlu

 Struktur Akad Qardlu

Struktur akad qardlu terdiri dari empat rukun. Yaitu muqridl, muqtaridl ,muqardl, dan shighah.

2.3.1        Muqridl

            Muqridl adalah ihak yang memberikan pinjaman hutang (kreditur). Muqridl disyaratkan harus seorang yangn mukhtar  dan ahli at-tabarru’. Mukhtar adalah orang yang melakukan transaksi atas dasar inisiatif sendiri,bukan paksaan atau tekanan dari pihak lain. Sedangkan ahli at-tabrru’  adalah orang yang memiliki kebebasan tasarruf harta secara non-komersial, atau yag disebut juga dengan mutlaq at-tasharruf, sebagaimana diuraikan dalam bab bai’. Karena itu, seorang yang tidak memiliki kriteria ahli at-tabarru’, seperti pengelola (wali) harta anak kecil, orang gila, dll., tidak sah mengadakan akad qardlu menggunakan harta orang-orang yang dibawah otoritasnya (mawali), kecuali dalam kondisi darurat.

            Muqridl  disyartakan harus seorang yang ahlli at-tabarru’ karena akad qardlu termasuk akad yang semi tabarru’.  Yakni memberikan secara cuma-Cuma manfaat pinjaman hutang selama massa qardlu tidak disebut sebagai akad tabarru’ murni sebab, terdapat kewajiban mengembalikan penggantinya.

2.3.2        Muqtaridl

            Muqtaridl adalah pihak yang menerima pinjaman hutang (debitur). Muqtaridl disyaratkan orang yang memiliki kriteria sah melakukan transaksi (ahliyah muamalah) . Yaitu oaring yang baligh, berakal, dan tidak dibekukan tasarufnya, meskipun tidak memiliki kebebasan tasaruf (ahli at-tabarru’ atau muthlaq at-tasarharruf).

Istilah ahliyah muamalah sama dengan istilah ahli at-tasharuf yang diulas dalam  bab bai’. Karena itu, seorang wali harta anak kecil atau orang gila, sah menjadi muqrtaridl (berhutang) atas nama orang-orang yang dibawah otoritasnya (mawali). Demikian juga sah menjadi muqtaridl, seorang budak mukatab dan budak yang diberi izin sayyidnya. Orang-orang ini sah menjadi muqtaridl (berhutang), sebab memiliki kriteria ahliyah muamalah, namun tidak sah menjadi muqridl (memberi pinjaman hutang), sebab tidak memiliki kriteria ahli at-tabarru’.

 

Sumber :

https://callcenters.id/