Proses Politik Di Indonesia

Proses Politik Di Indonesia

Sejarah Sistem politik Indonesia dilihat dari proses politiknya bisa dilihat dari  masa-masa berikut ini:

  1. Masa prakolonial
  2. Masa kolonial (penjajahan)
  3. Masa Demokrasi Liberal
  4. Masa Demokrasi terpimpin
  5. Masa Demokrasi Pancasila
  6. Masa Reformasi

Masing-masing masa tersebut kemudian dianalisis secara sistematis dari aspek:

  • Penyaluran tuntutan
  • Pemeliharaan nilai
  • Kapabilitas
  • Integrasi vertikal
  • Integrasi horizontal
  • Gaya politik
  • Kepemimpinan
  • Partisipasi massa
  • Keterlibatan militer
  • Aparat negara
  • Stabilita

Bila diuraikan kembali maka diperoleh analisis sebagai berikut :

Masa prakolonial (Kerajaan)

  • Penyaluran tuntutan – rendah dan terpenuhi
  • Pemeliharaan nilai – disesuikan dengan penguasa
  • Kapabilitas – SDA melimpah
  • Integrasi vertikal – atas bawah
  • Integrasi horizontal – nampak hanya sesama penguasa kerajaan
  • Gaya politik – kerajaan
  • Kepemimpinan – raja, pangeran dan keluarga kerajaan
  • Partisipasi massa – sangat rendah
  • Keterlibatan militer – sangat kuat karena berkaitan dengan perang
  • Aparat negara – loyal kepada kerajaan dan raja yang memerintah
  • Stabilitas – stabil dimasa aman dan instabil dimasa perang
  1. Masa kolonial (penjajahan)
  • Penyaluran tuntutan – rendah dan tidak terpenuhi
  • Pemeliharaan nilai – sering terjadi pelanggaran ham
  • Kapabilitas – melimpah tapi dikeruk bagi kepentingan penjajah
  • Integrasi vertikal – atas bawah tidak harmonis
  • Integrasi horizontal – harmonis dengan sesama penjajah atau elit pribumi
  • Gaya politik – penjajahan, politik belah bambu (memecah belah)
  • Kepemimpinan – dari penjajah dan elit pribumi yang diperalat
  • Partisipasi massa – sangat rendah bahkan tidak ada
  • Keterlibatan militer – sangat besar
  • Aparat negara – loyal kepada penjajah
  • Stabilitas – stabil tapi dalam kondisi mudah pecah
  1. Masa Demokrasi Liberal
  • Penyaluran tuntutan – tinggi tapi sistem belum memadani
  • Pemeliharaan nilai – penghargaan HAM tinggi
  • Kapabilitas – baru sebagian yang dipergunakan, kebanyakan masih potensial
  • Integrasi vertikal – dua arah, atas bawah dan bawah atas
  • Integrasi horizontal- disintegrasi, muncul solidarity makers dan administrator Gaya politik – ideologis
  • Kepemimpinan – angkatan sumpah pemuda tahun 1928
  • Partisipasi massa – sangat tinggi, bahkan muncul kudeta
  • Keterlibatan militer – militer dikuasai oleh sipil
  • Aparat negara – loyak kepada kepentingan kelompok atau partai
  • Stabilitas – instabilitas
  1. Masa Demokrasi terpimpin
  • Penyaluran tuntutan – tinggi tapi tidak tersalurkan karena adanya Front nas
  • Pemeliharaan nilai – Penghormatan HAM rendah
  • Kapabilitas – abstrak, distributif dan simbolik, ekonomi tidak maju
  • integrasi vertikal – atas bawah
  • Integrasi horizontal – berperan solidarity makers,
  • Gaya politik – ideolog, nasakom
  • Kepemimpinan – tokoh kharismatik dan paternalistik
  • Partisipasi massa – dibatasi
  • Keterlibatan militer – militer masuk ke pemerintahan
  • Aparat negara – loyal kepada negara
  • Stabilitas – stabil
  • Kepemimpinan – angkatan sumpah pemuda tahun 1928
  • Partisipasi massa – sangat tinggi, bahkan muncul kudeta
  • Keterlibatan militer – militer dikuasai oleh sipil
  • Aparat negara – loyak kepada kepentingan kelompok atau partai
  • Stabilitas – instabilitas
  1. Masa Demokrasi terpimpin
  • Penyaluran tuntutan – tinggi tapi tidak tersalurkan karena adanya Front nas
  • Pemeliharaan nilai – Penghormatan HAM rendah
  • Kapabilitas – abstrak, distributif dan simbolik, ekonomi tidak maju
  • Integrasi vertikal – atas bawah
  • Integrasi horizontal – berperan solidarity makers,
  • Gaya politik – ideolog, nasakom
  • Kepemimpinan – tokoh kharismatik dan paternalistik
  • Partisipasi massa – dibatasi
  • Keterlibatan militer – militer masuk ke pemerintahan
  • Aparat negara – loyal kepada negara
  • Stabilitas – stabil
  1. Masa Demokrasi Pancasila
  • Penyaluran tuntutan – awalnya seimbang kemudian tidak terpenuhi karena fusi
  • Pemeliharaan nilai – terjadi Pelanggaran HAM tapi ada pengakuan HAM
  • Kapabilitas – sistem terbuka
  • Integrasi vertikal – atas bawah
  • Integrasi horizontal – nampak
  • Gaya politik – intelek, pragmatik, konsep pembangunan
  • Kepemimpinan – teknokrat dan ABRI
  • Partisipasi massa – awalnya bebas terbatas, kemudian lebih banyak dibatasi
  • Keterlibatan militer – merajalela dengan konsep dwifungsi ABRI
  • Aparat negara – loyal kepada pemerintah (Golkar)
  • Stabilitas stabil
  1. Masa Reformasi
  • Penyaluran tuntutan – tinggi dan terpenuhi
  • Pemeliharaan nilai – Penghormatan HAM tinggi
  • Kapabilitas –disesuaikan dengan Otonomi daerah
  • Integrasi vertikal – dua arah, atas bawah dan bawah atas
  • Integrasi horizontal – nampak, muncul kebebasan (euforia)
  • Gaya politik – pragmatik
  • Kepemimpinan – sipil, purnawiranan, politisi
  • Partisipasi massa – tinggi
  • Keterlibatan militer – dibatasi
  • Aparat negara – harus loyal kepada negara bukan pemerintah
  • Stabilitas – instabil

Sumber: https://officialjimbreuer.com/