PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA BANI UMAYAH

PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA BANI UMAYAH

  1. Visi, Misi Tujuan dan Sasaran

Visi Pendidikan di zaman Bani Umayyah secara eksplisit tidak dijumpai. Namun dari berbagai petunjuk bisa diketahui bahwa visinya adalah unggul dalam ilmu agama dan umum sejalan dengan kebutuhan zaman dan masing-masing wilayah Islam. Adapun misinya antara lain  :

  1. Menyelenggarakan Pendidikan agama dan umum secara seimbang.
  2. Melakukan penataan kelembagaan dan aspek-aspek pendidikan Islam.
  3. Memberikan pelayanan pendidikan pada seluruh wilayah Islam secara adil dan merata.
  4. Menjadikan pendidikan sebagai penopang utama kemajuan wilayah Islam.
  5. Memberdayakan masyarakat agar dapat memecahkan masalahnya dengan kemampuannya     sendiri.

Adapun Tujuannya adalah menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dalam secara seimbang dalam ilmu agama dan umum serta mampu menerapkannya bagi kemajuan wilayah Islam. Sedangkan yang menjadi sasarannya adalah seluruh umat dan warga yang terdapat diseluruh wilayah kekuasaan Islam,sebagai dasar bagi dirinya dalam membangun masa depan yang lebih baik. Visi,misi,tujuan dan sasaran pendidikan tersebut diatas, secara eksplisit

atau tertulis tentu belum ada. Namun dari segi kebijakannya secara umum serta hasil-hasil yang dicapai oleh dinasti ini mengandung visi,misi,tujuan dan sasaran tersebut.

Kelembagaan Pendidikan Bani Umayyah

Adapun Lembaga-lembaga pendidikan yang berkembang pada zaman daulah Bani Umayyah, yakni sebagai berikut :

  1. Istana

Pendidikan di istana bukan saja mengajarkan ilmu pengetahuan umum,melainkan juga mengajarkan tentang kecerdasan,jiwa,dan raga anak. Timbulnya pendidikan di Istana untuk anak-anak adalah berdasarkan pemikiran bahwa pendidikan itu harus bersifat menyiapkan anak didik agar mampu melaksanakan tugas kelak setelah ia dewasa. Pendidikan anak di istana berbeda dengan pendidikan anak-anak di kuttab pada umumnya. Di istana orang tua murid (para pembesar di istana) adalah yang membuat rencana pelajaran tersebut selaras dengan anaknya dan tujuan yang dikehendaki oleh orang tuanya. Guru yang mengajar di istana di sebut mu’addib. Rencana pelajaran untuk pendidikan di istana pada garis besarnya sama saja dengan rencana pelajaran pada kuttab-kuttab,hanya ditambah atay dikurangi menurut kehendak para pembesar yang bersangkutan.

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/