Mobilitas horizontal

 Mobilitas horizontal

Mobilitas Horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama. Dengan kata lain mobilitas horisontal merupakan peralihan individu atau obyek-obyek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat.

Ciri utama mobilitas horizontal adalah tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang dalam mobilitas sosialnya. Contoh: Seorang warga negara Amerika Serikat, mengganti kewarganegaraannya dengan kewarganegaraan Indonesia, dalam hal ini mobilitas sosialnya disebut dengan mobilitas sosial horizontal karena gerak sosial yang dilakukannya  tidak merubah status sosialnya.

Mobilitas sosial horizontal dibedakan dua bentuk :

  1. Mobilitas sosial antar wilayah/ geografis. Gerak sosial ini adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah lain seperti transmigrasi, urbanisasi, dan migrasi.
  2. Mobilitas antargenerasi. Mobilitas antargenerasi secara umum berarti mobilitas dua generasi atau lebih, misalnya generasi ayah-ibu, generasi anak, generasi cucu, dan seterusnya. Mobilitas ini ditandai dengan perkembangan taraf hidup, baik naik atau turun dalam suatu generasi. Penekanannya bukan pada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan pada perpindahan status sosial suatu generasi ke generasi lainnya. Contoh:  Seorang petani yang hanya menamatkan pendidikannya hingga sekolah dasar, tetapi ia berhasil mendidik anaknya menjadi seorang direktur. Contoh ini menunjukkan telah terjadi mobilitas vertikal antargenerasi.

Mobilitas antargenerasi dibedakan menjadi dua, yaitu mobilitas intragenerasi dan mobilitas intergenerasi.

  1. Mobilitas intragenerasi adalah  mobilitas yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam satu generasi yang sama. Contoh: Seseorang yang awalnya hanya sebagai tukang ojek dengan motor sewaan,  namun, karena ketekunannya dalam bekerja dan mungkin juga keberuntungan, ia kemudian memiliki motor sendiri bahkan sampai beberapa motor yang bisa disewakan kepada orang lain akhirnya menjadi tukang ojek yang sukses. Contoh lain, Seorang bapak yang memiliki dua orang anak, yang  pertama bekerja sebagai nelayan dan anak kedua  awalnya juga sebagai nelayan. Namun anak kedua lebih beruntung daripada kakaknya, karena ia dapat mengubah statusnya dari nelayan menjadi seorang pengusaha pengekspor ikan. Sementara sang kakak tetap menjadi nelayan. Perbedaan status sosial juga dapat disebut sebagai mobilitas intragenerasi.
  2. Mobilitas Intergenerasi adalah perpindahan status atau kedudukan yang terjadi diantara beberapa generasi.

Mobilitas intergenerasi dibedakan menjadi dua yaitu:

  1. Mobilitas intergenerasi naik. Contoh: Bapaknya seorang kepala sekolah, anaknya seorang direktur
  2. Mobilitas intergenerasi turun. Contoh : Kakeknya seorang bupati, bapaknya seorang camat dan anaknya sebagai kepala desa.

sumber :

https://9apps.id/