Konsep Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Konsep Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan untuk melaksanakan pengurusan dan pengaturan sarana dan prasarana agar semua sarana dan prasarana tersebut selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan pendidikan. Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu barang, sehingga barang tersebut kondisinya baik dan siap digunakan.

Pemeliharaan mencakup segala daya upaya yang terus menerus untuk mengusahakan agar sarana dan prasarana tetap dalam keadaan baik. Kegiatan pemeliharaan dimulai dari pemakaina barang, yaitu dengan cara hati-hati dalam menggunakannya. Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas yang mempunyai keahlian khusus pula sesuai dengan jenis barang yang dimaksud.

Untuk membantu memudahkan kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan, dibutuhkan adanya kegiatan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan secara lengkap. Dengan adanya inventarisasi sarana dan prasarana yang baik maka kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien. Sebaiknya, tanpa adanya inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan secara lengkap dimungkinkan dapat mengakibatkan kegiatan pemeliharaan tidak tepat sasaran dan menjadi sia-sia.

Dewasa ini banyak gedung bertingkat dibangun tetapi tidak diikuti dengan kesiapan cara pengamanannya, seperti pengamanan dari kemungkinan terjadi kebakaran. Banyak sarana pendidikan seperti meja dan kursi disia-siakan dan dibuang percuma (dihapuskan) oleh karena tidak memiliki biaya untuk memperbaikinya. Padahal jika barang-barang tersebut diperbaki, barang itu masih bisa digunakan secara maksimal dalam kurun waktu yang lama dengan biaya yang lebih kecil dibanding dengan membeli barang yang baru. Inilah alasan mengapa kegiatan pemeliharaan merupakan langkah yang tidak kalah penting dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan secara keseluruhan. Kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan hendaknya harus sudah dipikirkan dari sejak tahap pengadaannya. Bagaimana dan berapa besar dana yang disiapkan untuk biaya pemeliharaan sarana dan prasarana setiap bulannya guna mempertahankan umur pemakaian secara maksimal.

Pemeliharaan adalah upaya atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi teknis, daya guna dan hasil guna suatu sarana dan prasarana kerja dengan jalan memelihara, merehabilitasi, dan menyempurnakannya sehingga sarana dan prasarana tersebut dapat lebih tahan lama dalam pemakaian.

Secara garis besar kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu: pemeliharaan terhadap barang tidak bergerak, dan pemeliharaan terhadap barang bergerak. Pemeliharaan barang tidak bergerak yaitu pemeliharaan yang dilakukan terhadap gedung dan bukan gedung. Pemeliharaan gedung meliputi: kantor, sekolah, rumah dinas/jabatan/wisma, gudang, dan listrik, jalan, jembatan, pagar, saluran air/selokan, dan tanah (tanah kosong, kebun, taman, halaman). Terhadap semua sarana dan prasarana ini harus dilakukan pemeliharaan setiap hari dan berkala. Pemeliharaan tanah kosong pada pemeliharaan berkala harus diadakan pengecekan tentang batas-batas tanah (patok batas tanah) dan bangunan yang dibangun di tanah tersebut.

Pemeliharaan terhadap barang bergerak dilakukan sama seperti terhadap barang tidak bergerak yaitu pemeliharaan harian dan berkala, kecuali barang dalam persediaan, ia harus mudah diambil dan terlindung dari kerusakan. Pemeliharaan terhadap kendaraan bemotor/alat-alat berat dan mesin-mesin lainnya dalam arti yang luas dapat dilakukan dalam empat tahapan, yaitu :

  1. Pemeliharaan Tahap I: dilakukan pengecekan oleh petugas ahli untuk mengetahui apakah mesin dalam kondisi siap pakai;
  2. Pemeliharaan Tahap II: bersifat preventif dan memelihara agar kondisi peralatan mesin dalam kondisi baik/jalan seperti penggantian air accu, minyak mesin/rem, dan lain-lain;
  3. Pemeliharaan Tahap III: bersifat penggantian/perbaikan yang rusak seperti penggantian onderdil yang rusak/lemah. Diperlukan bengkel satuan kerja tersendiri;

RECENT POSTS