Khuttab

Table of Contents

Khuttab

Khuttab atau Maktab berasaal dari kata dasar kataba yang berarti menulis atau tempat menulis, jadi Khuttab adalah tempat belajar menulis. Khuttab merupakan tempat anak-anak belajar menulis dan membaca, menghafal Al Quran serta belajar pokok-pokok ajaran Islam.

Adapun cara yang dilakukan oleh pendidik disamping mengajarkan Al Quran mereka juga belajar menulis dan tata bahasa serta tulisan. Perhatian mereka bukan tertumpu mengajarkan Al Quran semata dengan mengabaikan pelajaran yang lain, akan tetapi perhatian mereka pada pelajaran sangat pesat. Al Quran dipakai sebagai bahasa bacaan untuk belajar membaca, kemudian dipilih ayat-ayat yang akan ditulis untuk dipelajari. Disamping belajar menulis dan membaca murid-murid jug mempelajari tata bahasa Arab, cerita-cerita Nabi, hadist dan pokok agama.

Peserta didik dalam Khutab adalah anak-anak, tidak dibatasi baik miskin ataupun kaya. Para guru tidak membedakan murid-murid mereka, bahkan ada sebagian anak miskin yang belajar di Khuttab memperoleh pakaian dan makanan secara cuma-cuma. Anak-anak perempuan pun memperoleh hak yang sama dengan anak-anak laki-laki dalam belajar.

Mesjid

Peranan Mesjid sebagai pusat pendidikan dan pengajaran senantiasa terbuka lebar bagi setiap orang yang merasa dirinya tetap dan mampu untuk memberikan atau mengajarkan ilmunya kepada orang-orang yang haus akan ilmu pengetahuan. Pada Bani Umayyah, Mesjid merupakan tempat pendidikan tingkat menengah dan tingkat tinggi setelah khuttab. Pelajaran yan diajarkan meliputi Al Quran, Tafsir, Hadist dan Fiqh. Juga diajarkan kesusasteraan, sajak, gramatika bahasa, ilmu hitung dan ilmu perbintangan.

  1. Badi’ah

Lembaga Pendidikan  Badiah muncul seiring dengan kebijakan pemerintahan Bani Umayyah untuk melakukan program Arabisasi yang digagas oleh khalifah Abdul Malik Ibn Marwan. Secara harfiah badiah artinya dusun Badui di padang sahara yang di dalam terdapat padang sahara yang didalam terdapat bahasa Arab yang masih fasih dan murni sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Akibat dari Arabisasi ini maka muncullah ilmu qawaid dan cabang ilmu lainnya mempelajari bahasa Arab. Melaui pendidikan di Badiah ini,maka bahasa Arab dapat sampai ke Irak,Syiria,Mesir, Lebanon,Tunisia,Al-Jazair,Maroko,di samping Saudi Arabia, Yaman, Emirat Arab,dan sekitarnya. Dengan demikian banyak para penguasa yang mengirim anaknya untuk belajar bahasa Arab keBadiah.

  1. Perpustakaan

Perpustakaan tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan serta kegiatan penelitian dan penulisan karya ilmiah. Pada pendidikan dan pengajaran yang berbasis penelitian, perpustakaan, memegang peranan yang sangat penting. Ia menjadi jantung sebuah lembaga pendidikan.

 Perpustakaan selanjutnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, melainkan juga melakukan kegiatan belajar mengajar. Seorang penulis atau pengarang terkadang diundang ke perpustakaan untuk mempresntasikan temuan atau informasi yang ada dalam buku yang ditulisnya. Di zaman Bani Umayyah perhatian dan pengembangan terhadap  perpustakaan mengalami peningkatan. Al-Hakam ibn Nasir (350 H.961M) misalnya mendirikan perpustakaan yang besar di kordoba.

  1. Al. Bimaristan

Al Bimaristan adalah rumah sakit tempat berobat dan merawat orang serta berfungsi sebagai tempat melakukan magang dan penelitian bagi calon dokter. Di masa sekarang ini al-Bimaristan di kenal dengan istilah Teaching hospital (Rumah sakit Pendidikan). Khalid Ibn Yazid, Cucu mu’awiyah, misalnya tertarik pada ilmu kimia dan kedokteran.

Melalui wewenang yang ada padanya ia menyediakan jumlah dana dan memerintahkan para sarjana Yunani yang ada di Mesir untuk menterjemahkan buku kimia,dan kedokteran ke dalam bahasa Arab. Inilah kegiatan penerjemahan pertama dalam sejarah Islam. Tempat untuk melakukan kegiatan keilmuan ini adalah al-Bimaristan. Khalifah al-waid ibn Abd Malik termasuk khalifah yang banyak memberikan perhatian terhadap al-Bimaristan.

RECENT POSTS