PERSIAPAN PIDATO DEBAT

 PERSIAPAN PIDATO DEBAT

Para anggota debat haruslah mempersiapkan dua jenis pidato yang berbeda yaitu:

  1. PidatoKonstruktif

Setiap anggota debat haruslah merencanakan suatu pidato konstruktif yang diturunkan dari argument-argumen dan fakta-fakta dalam laporannya serta disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan para pendengarnya maupunargumen-argumen yang timbul dari para penyanggahnya.

Pidato-pidato hendaklah tetap bersifat fleksibel pada pendahuluan sanggahan kalau perlu dan juga bagi kesinambungan penyesuaian terhadap argumen-argumen yang dikemukakan oleh oposisi. Karena waktu yang tersedia bagi pembicara atau pidato debat memang terbatas, masalah yang dipilih serta usul yang diajukan dalam pengembangan kasus merupakan pertimbangan-pertimbangan penting, merupakan konsiderasi-konsiderasi utama. Hal-hal yang harus ditekankan, fakta-fakta yang paling persuasif, minat serta kepercayaan umum atau khusus para pendengar yang dapat dimanfaatkan, serta susunan ide-ide yang akan dapat menimbulkan daya pikat yang paling kuat.

Untuk menemui serta memenuhi segala tuntutan bagi persiapan pidatonya, pembicara debat hendaklah menelaah baik masalah-masalah yang bersifat argumentatif maupun yang persuasif. Di mana akan menemui segala hal yang perlu sekali bagi persiapan pidato, dalam pembuktian kasusnya, dalam penemuan oposisi, dan dalam menarik perhatian serta meyakinkan para pendengar.

  1. Pidato Sanggahan

Dalam pidato sanggahan tidak diperkenankan adanya argument-argumen konstruktif yang baru. Akan tetapi fakta-fakta tambahan demi memperkuat yang telah dikemukakan dapat diperkenalkan dalam mengikhtisarkan kasus tersebut.

Pidato sanggahan tidak dapat dikatakan baik dan sempurna kalau ternyata gagal memperlihatkan kekuatan kasus tersebut secara keseluruhan. Sang pembicara hendaknya mengakhiri serta menyimpulkan pembicaraannya dengan cara mengarahkan kembali perhatian para pendengar kepada pokok-pokok persoalan utama dalam perdebatan itu dan dengan jalan memperlihatkan secara khusus bagaimana pembuktiannya menjawab masalah-masalah tersebut secara lebih memuaskan ketimbang yang dilakukan oleh kasus penentang atau oposisinya itu.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

            Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa debat merupakan suatu argumen untuk  menentukan baik tidaknya suatu usul tertentu yang didukung oleh satu pihak yang disebut pendukung/afirmatif, dan ditolak, disangkal, oleh pihak lain yang disebut penyangkal atau negatif.

  1. Saran

Penulis mempunyai saran-saran yaitu:

  1.             Sebaiknya dalam debat kita menggunakan bahasa yang baik dan benar.
  2.             Jangan menggunakan emosi ketika berpendapat maupun menyanggah.
  3.             Menerima kritikan dan saran.

https://sonymusic.co.id/caller-screen-dialer-pro-apk/