Konsumsi Perorangan

 Konsumsi Perorangan

Salah satu yang menjadi perhatian agen pemasaran adalah bagaimana para konsumen mengalokasikan pendapatan bersih (setelah dikurangi pajak) terhadap pembelian atas barang kebutuhan pokok dan nonpokok. Selain penting bagi agen pemasaran, hal tersebut juga penting bagi produsen barang-barang pokok, sedangkan produsen barang-barang nonpokok lebih tertarik dengan besarnya pendapatan diskresioner, yaitu jumlah pendapatan bersih yang tersisa setelah membeli kebutuhan pokok. Data ini digunakan agen pemasaran untuk menganalisis bagaimana komposisi konsumsi berubah dengan tingkat pembangunan. Misalnya, persentase belanja kebutuhan pokok (makanan & pakaian) para penduduk di negara berkembang lebih besar daripada di negara maju, sedangkan persentase belanja kebutuhan nonpokok (transportasi, komunikasi, jasa, dll) para penduduk di negara maju lebih besar daripada di negara berkembang.

  1. Biaya Tenaga Kerja per Unit

Biaya tenaga kerja per unit adalah total biaya tenaga kerja langsung dibagi dengan unit yang diproduksi. Negara-negara dengan biaya tenaga kerja per unit yang meningkat secara lambat menarik perhatian perusahaan karena dua alasan. Pertama, negara-negara tersebut merupakan prospek investasi bagi perusahaan yang berusaha menurunkan biaya produksi. Kedua, negara-negara tersebut mungkin menjadi sumber persaingan baru di pasar dunia bila banyak perusahaan dalam industry yang sama telah berlokasi disana. Terdapat tiga faktor dalam perubahan biaya tenaga kerja, (1) kompensasi, (2) produktivitas, dan (3) perubahan kurs.

  1. Dimensi Ekonomi yang Lain (Utang Luar Negeri)

Utang luar negeri yang besar mungkin mengindikasikan bahwa pemerintah akan memberlakukan pengendalian devisa atas dunia usaha di negerinya. Apabila sebagian besar dari penerimaan ekspor negara itu digunakan untuk membayar utang luar negeri, maka hanya sedikit yang tersisa yang bisa digunakan oleh produsen untuk membayar impor bahan baku, maka produsen harus membuat bahan baku itu sendiri atau berhenti memproduksi. Hal tersebut dapat membuat perusahaan multinasional kehilangan penjualannya.

baca juga :