Kegiatan Internal

 Kegiatan Internal

 Kegiatan Internal

 Kegiatan Internal

Kegiatan internal merupakan kegiatan penyiaran yang di lakukan di dalam sekolah dan sasarannya  meliputi seluruh warga sekolah yaitu guru, siswa, staf dan tenaga kependidikan. Tujuan dari kegiatan internal itu sendiri yaitu: (1) memberikan penjelasan mengenai situasi, kebijakan penyelenggaraan dan perkembangan sekolah; (2) memberikan wadah kepada warga sekolah untuk menampung pendapat dan saran yang disampaikan untuk pengembangan sekolah; (3) dapat menciptakan hubungan yang harmonis dan kerjasama antar warga sekolah itu sendiri. Menurut Benty dan Guanawan (2015:99) mengungkapkan bahwa ada beberapa jenis kegiatan internal yang umumnya sering digunakan oleh pelaksana humas di lembaga-lembaga pendidikan, yaitu:

 

  1. Diskusi

Menurut KBBI (2019:1) diskusi adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Benty dan Gunawan (2015:99), diskusi merupakan penyelenggaraan pertukaran keterangan atau pendapat mengenai pokok pembicaraan atau masalah dengan maksud mendapatkan pengetahuan atau keterangan lebih lengkap. Jadi diskusi merupakan pertemuan ilmiah yang membicarakan mengenai suatu permasalahan dengan cara bertukar pikiran atau pendapat yang bertujuan untuk memperoleh pemecahan masalah. Kaitannya dalam hubungan masyarakat dan lembaga pendidikan, diskusi adalah pertemuan ilmiah untuk pertukaran pemikiran mengenai suatu permasalahan yang tengah dihadapi oleh sekolah dan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan kemampuan siswa, pembinaan terhadap sikap siswa, dan sebagai sarana untuk menyamakan antara persepsi sekolah dan masyarakat.

  1. Film

Film tidak hanya digunakan sebagai wahana hiburan saja, melainkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi pesera didik. Film yang dapat diputarkan merupakan film yang bersifat edukatif seperti film sejarah perjuangan Indonesia, film proses pembentukan batuan, film inspiratif yang dapat dipetik nilai-nilai kehidupan dan lain sebagainya. Adapun ciri-ciri film yang baik menurut Benty dan Gunawan (2015:99), yaitu: (1) film tersebut dapat menarik minat penonton; (2) mengandung kebenaran dan otentik; (3) kekinian dalam hal settingdan pakaian yang digunakan; (4) sesuai dengan tingkat kematangan penonton; (5) memiliki kekayaan data yang benar; (6) kesatuan; (7) dapat mendorong aktivitas; (8) dapat memenuhi kepuasan penonton. Jadi, film yang baik yaitu dapat memikat penonton dengan menampilkan konten yang menarik sehingga dapat memberikan kepuasan kepada penonton mengenai film yang telah ia saksikan.

  1. Tanya Jawab dan Wawancara

Pada umumnya kegiatan bimbingan yang dilakukan di sekolah antara guru dan peserta didik yaitu dengan menggunakan metode tanya jawab. Menurut Benty dan Gunawan (2015:100), untuk memperoleh hasil yang baik dalam kegiatan tanya jawab ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain: (1) persiapan, pembimbing maupun peserta didik harus menyiapkan diri agar proses bimbingan dapat berjalan secara efektif dan efisien; (2) pembukaan, pembimbing memberikan pemahaman dan penjelasan mengenai tujuan dan peranannya kepada peserta didik, sehingga pembimbing dapat membuka pembicaraan dengan baik; (3) penetapan tujuan, pembimbing dapat memonitor tujuan yang telah dicapainya dalam melaksankan bimbingan serta dapat menyakinkan peserta didik bahwa pembimbing akan membantu dalam menyelesaikan masalahnya; (4) penciptaan hubungan, kejujuran, kepekaan dan kepekaan serta mimik dan gestur wajah sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan peserta didik kepada pembimbing bahwa pembimbing akan membantunya; (5) memberikan bantuan kepada anak untuk berbicara, biasanya meskipun sudah tercipta suasana yang tenang peserta didik akan tetap merasa enggan untuk berbicara, dengan hal ini pembimbing dituntut kepekaannya dalam membantu peserta didik untuk berbicara; (6) pengakhiran tanya jawab, pembimbing dapat menunjukkan rasa sayang dan perhatian kepada peserta didik serta peserta didik membuat kesimpulan mengenai hal-hal yang telah dibicarakannya, dan apabila perlu ada yang dibicarakan lagi dapat dilakukan pada bimbingan selanjutnya; (7) perencanaan tindak lanjut dari tanya jawab, pembimbing membuat catatan mengenai hal-hal penting selama melakukan kegiatan bimbingan. Pembimbig dapat mencatat perubahan-perubahan ekspresi maupun tingkah laku dari peserta didik selama menjalani proses bimbingan.

  1. Papan Informasi

Papan informasi digunakan sebagai tempat untuk memberikan informasi kepada seluruh warga sekolah. Informasi yang diberikan dapat berupa pengumuman mengenai kegiatan-kegiatan yangakan dilaksanakan

bacca jgua :