Program studi peternakan UMM pamerkan produk pakan inovatif

Program studi peternakan UMM pamerkan produk pakan inovatif

Program studi peternakan UMM pamerkan produk pakan inovatif

Program Studi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pameran sejumlah produk pakan dan formula inovatif, mulai dari formula penggemuk sapi, permen sapi, penggemuk unggas, hingga pakan yang dapat meningkatkan produktivitas susu sapi.

Salah satu produk inovatif pakan ternak yang dipamerkan adalah formula penggemuk hewan yang diberi label “Murcel” yaitu murah cepet lemu atau murah cepat gemuk, untuk ternak sapi karya Bambang Sugiono, mahasiswa semester empat.

“Produk pakan ternak ini juga sudah dilakukan beberapa tes dan pengujian langsung pada hewan ternak (sapi) dan hasilnya cukup memuaskan,” kata Bambang Sugiono, inisiator produk formula penggemuk hewan Murcel di Malang, Jawa Timur, Senin.

Ia mengaku sangat senang, meski ia baru menginjak semester 4, tapi sudah mampu

membuat produk pakan ternak yang bisa sedikit menjawab keresahan yang dialami peternak mengenai hewan ternaknya.

Beragam produk inovatif mahasiswa yang dipamerkan tersebut, terintegrasi dengan mata kuliah Ilmu Teknologi Pangan UMM. Inovasi-inovasi yang ditemukan itu berangkat dari keresahan yang dialami oleh mahasiswa dan peternak terhadap pakan yang beredar di pasaran dan kurang efektif.

 

Lebih lanjut, Bambang mengatakan dengan memberikan Murcel dua kali sehari,

berat badan sapi mampu meningkat 1 kilogram per hari. Selain cukup efektif, harga Murcel yang dipatok juga tergolong cukup murah, yakni Rp 6000 per kilo.

Bambang mengaku bahwa ia memanfaatkan momen Hari Raya Idul Adha untuk memasarkan produknya sekaligus membantu mengatasi masalah hewan yang akan dijadikan qurban, terutama dalam ukuran dan berat.

Sementara itu, Prof Dr Indah Prihartini, selaku dosen pengampu mata kuliah dan

pencetus pameran karya inovatif mahasiswa mengaku akan terus melakukan riset dalam pengembangan produk. Selain itu, pameran ini juga sebagai sarana agar mahasiswa serius dalam membuat produk sekaligus belajar berwirausaha.

 

Baca Juga :