Proses Pembentukan ASI

Proses Pembentukan ASI

Proses Pembentukan ASI

Proses Pembentukan ASI

Pembentukan air susu dimodulasi oleh perkembangan jaringan kelenjar mammaria payudara yang berkembang sempurna dan bertambahnya deposit lemak untuk memberi massa payudara pada masa kehamilan. Perkembangan jaringan kelenjar ini distimulasi oleh produksi hormon estrogen yang tinggi oleh plasenta selama kehamilan dan juga hormon progesteron yang membantu fungsi dari estrogen.


Meskipun kedua hormon ini berperan dalam perkembangan kelenjar payudara, namun tidak berperan dalam sekresi air susu melainkan fungsinya ialah mencegah sekresi sesungguhnya dari air susu, adapun pembentukan air susu dipengaruhi oleg faktor berikut ini:


  • Refleks Plolaktin “Permulaan Laktasi”

Prolaktin merupakan hormon yang disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. Konsentrasi prolatin akan meningkat dalam darah ibu secara tetap dari minggu kelima kehamilan sampai kelahiran bayi. Selain itu adanya hormon HCG “human chrorionic somatomammotropin” dengan sifat laktogenik yang disekresi plasenta menyokong prolatin dari hipofisis ibu selama kehamilan.


Menjelang akhir kehamilan, prolaktin berperan penting dalam pembentukan kolostrum yang merupakan cairan seperti air susu namun dengan konsentrasi gizi yang berbeda. Kolostrum ini hanya mengandung sedikit cairan akibat masih adanya supresi dari progesteron dan estrogen yang masih disekresi kelenjar hipofisis anterior.


Segera setelah bayi dilahirkan sekresi progesteron dan estrogen akan hilang sehingga efek laktogenik prolatin dari kelenjar hipofisis anterior ibu mengambil peran dalam produksi air susu ibu di dalam alveoli. Dalam satu sampai tujuh hari kemudian, kelenjar payudara mulai menyekresi air susu dalam jumlah besar sebagai pengganti kolostrum. Seksresi air susu ini memerlukan sekresi pendahuluan yang adekuat dari sebagian besar hormon ibu lainnya, tetapi yang paling penting hormon pertumbuhan, kortisol, paratirod dan insulin, hormon ini diperlukan untuk menyediakan zat yang diperlukan dalam pembentukan air susu.


Setelah ibu melahirkan, kadar prolaktin akan menjadi normal mulai kurun waktu 3 bulan pasca melahirkan sampai masa menyusui selesai. Selama masa menyusui tersebut, kadar prolaktin dalam payudara ibu menyusui tidak mengalami peningkatan walaupun terjadi hisapan oleh bayi pada puting susu, meskipun demikian air susu tetap bisa keluar saat terjadi hisapan pada puting susu ibu.


Untuk kasus ibu yang baru saja melahirkan akan tetapi tidak menyusui bayinya, kadar prolaktin yang terkandung dalam payudara akan kembali normal setelah 2-3 minggu pasca melahirkan. Sedangkan bagi ibu menyusui kadang prolaktin dalam payudara seringkali meningkat. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pengaruh psikis atau stres, anastesi, operasi, rangsangan puting susu, hubungan kelamin dan pengaruh obat-obatan.


  • Proses Ejeksi Atau Let Down “Sekresi Air Susu”

Air susu yang disekresi secara kontinu kedalam alveoli payudara tidak dengan mudah dapat mengalir ke dalam sistem duktus. Melainkan membutuhkan peran gabungan refleks neurogenik dan hormonal yang melibatkan kelenjar hipofisis posterior dan oksitosin.


Ketika bayi mengisap, setengah menit pertama bayi tidak langsung menerima susu melainkan impuls sensorik harus ditransmisikan terlebih dahulu melalui saraf somatik puting susu ke medula spinalis ibu, kemudian ke hipotalamus yang akhirnya menyebabkan sinyal saraf yang membantu sekresi oksitosin pada saat bersamaan juga menyekresi prolaktin.


Oksitosin kemudian dibawa dalam darah ke kelenjar payudara yang menyebabkan sel mioeptel yang terdapat di dinding luar alveoli berkontraksi sehingga terjadinya aliran air susu dari alveoli ke dalam duktus. Kemudian isapan bayi menjadi efektif dalam mengalirkan air susu. Dalam waktu 30 detik sampai 1 menit setelah bayi mengisap, air susu akan dikeluarkan, proses ini disebut ejeksi atau pengaliran “let down” air susu.


Pengisapan pada salah satu kelenjar payudara tidak hanya menyebabkan aliran air susu pada kelenjar payudara itu, melainkan juga pada kelenjar payudara sisi sebelahnya. Selain itu ibu yang membelai bayi atau mendengar bayi menangis dapat juga memberikan cukup sinyal ke hipotalamus ibu untuk menyebabkan pengaliran air susu.


Sumber: https://anekababyshop.co.id/isoland-apk/