Pembelajaran Aktif

Pembelajaran Aktif

Pembelajaran Aktif

Pembelajaran aktif merupakan gabungan dari pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) dan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP), yang sangat mengutamakan tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran Aktif

Pembelajaran aktif merupakan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan aktivitas siswa dalam mengakses berbagai informasi  dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga para siswa mendapatkan pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensinya. Pembelajaran aktif memungkinkan siswa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi , seperti menganalisis dan melakukkan penilaian terhadap peristiwa belajar, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari .

Pembelajaran aktif memiliki kesamaan dengan  model pembelajaran self discovery learning, yakni pembelajaran yang dilakukan siswa untuk menemukan kesimpulan sendiri sehingga dapat dijadikan sebagai nilai baru yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pembelajaran aktif, Guru lebih memposisikan dirinya sebagai fasilitator, yang bertugas memberikan kemudahan belajar (to facilitate of learning) kepada siswa. Siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran, sedangkan guru lebih banyak memberikan arahan dan bimbingan, serta mengatur sirkulasi dan jalannya proses pembelajaran.

Hal yang paling utama yang menjadi pemicu keaktifan siswa di dalam kelas adalah munculnya rasa ingin tahu, ketertarikan dan minat siswa terhadap hal yang  sedang dipelajari. Untuk itu, Guru harus mampu menciptakan suasana sedemikian rupa untuk memicu rasa kepenasaran siswa, sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan dan mengemukakan gagasan. Keaktifan siswa tidak hanya berupa keterlibatan fisik belaka, tetapi hal yang lebih utama adalah keterlibatan mental/intelektual, khususnya keterlibatan intelektual-emosional.

sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sewa-bus-pariwisata-kendal/