Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia
Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia

 

Etika profesional dikeluarkan oleh organjsasi profesi untuk mengatur perilaku anggotanyadalam menjalankan praktik profesinya bagi masyarakat.Etika profesional bagi praktik akuntan di bIndonesia disebut dengan istilah kode etik dan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, sebagai organisasi profesi akuntan.

Ikatan Akuntan Indonesia adalah satu-satunya oorganisasi profesi akuntan di Indonesia. Ikatan Akuntan Indonesia beranggotakan auditor dari berbagai tipe (auditor independen dan auditor intern), akuntan managemen, akuntan yang bekerja sebagai pendidik, Berta akuntan sektor publik. Dengan demikian etika profesional yang dikeluarkan oleh IAI tidak hanya mengatur anggotanya yang berpraktik sebagai akuntan publik, namun mengatur prilaku semua anggotanya yang berpraktik dalam berbagai tipe profesi audidor clan profesi akuntan lain. Organisasi IAI dibagi menjacli empat kompartemen : (1) kompartemen akuntan publik, (2) kompartemen akuntan managemen, (3) kompartemen pendidik, (4) kompartemen akuntan sektor publik.

Dalam kode etik IAI yang berlaku sejak tahun 1998, organisasi IAI menetapkan depan Prinsip Etika yang berlaku bagi seluruh anggota IAI, baik baik yang berada dalam Kompartemen Akuntan Publik, Kompartemen Akuntan Menejemen, Kompartemen Akuntan Pendidik, maupun Kompartemen Akuntan Sektor Publik. Kemudian setiap kompartemen menjabarkan delapan Prinsip Etika tersebut kedalam Aturan Dika yang berlaku secara khusus bagi anggota IAI yang bergabung dalam masing-masing kompartemen.

Akuntan Publik dan Auditor Independen

Kantor akuntan publik merupakan tempat penyediaan jasa oleh profesi akuntan publik bagi masyarakat. Kantor akuntan publik menyediakan berbagai jasa bagi masyarakat berclasarkan Standar Profesional Akuntan Publik. Berdasarkan standar tersebut, kantor akuntab publik dapat menyediakan: (1) jasa audit atas laporan keuangan historis, (2) jasa atestasi atas laporan keuangan prospektif atau asersi selain yang dicantumkan dalam laporan keuangan historis, (3) jasa akuntansi dan

riview, dan (4) jasa konsultansi (consulting services). Karena akuntan yang beker. dikantor akuntan publik dapat mengerjakan berbagai penugasan dalam berbagi jenis jasa tersebut, maka perlu diadakan perbedaan istilah: akuntan publik da auditor independent. Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantc akuntan publik, yang menyediakan berbagai jasa yang diatur balam berbag, Standar Profesional Akuntan Publik (auditing, atestasi, akuntansi dan review, da. jasda konsultasi). Auditor independen adalah akuntan publik yang mlaksanakal penugasan audit atas laporan keuangan histiris, yang menyediakan jasa audit ata dasar Standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Publik.

  1. Kerangka Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia

Kode etik IAI dibagi menjadi empat bagian berikut ini: (1) Prinsip Etika, (2, Aturan Etika, (3) Interpretasi Aturan Etika, dan (4) Tanya dan Jawab. Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi aturan etika yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres IAI dan berlaku bagi seluruh anggota IAI, sedangkan aturan etika disahkan oleh Rapat Anggota Kompartemen dan hanya mengikat anggota Kompartemen yang bersangkutan. Interpretasi Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Pengurus Kompartemen setelah memperhatikan tanggapan dari anggota dan pihak­pihak yang berkepentingan lainnya, sebagai panduan penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Tanya dan jawab memberikan penjelasan atas setiap pertanyaan dari anggota Kompartemen tentang Aturan Etika beserta interpretasinya. Dalam Kompartemen Akuntan Publik, Tanya dan Jawab ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik.

Sumber : https://rakyatlampung.co.id/lara-croft-relic-run-apk/