Inovasi Produk Baja untuk Tangkal Penyebaran Wabah Covid-19

Inovasi Produk Baja untuk Tangkal Penyebaran Wabah Covid-19

Inovasi Produk Baja untuk Tangkal Penyebaran Wabah Covid-19

Inovasi Produk Baja untuk Tangkal Penyebaran Wabah Covid-19
Inovasi Produk Baja untuk Tangkal Penyebaran Wabah Covid-19

MEREBAKNYA wabah Covid -19 dan bahaya yang ditimbulkan membuat resah banyak negara termasuk di Indonesia. Apalagi, banyak penelitian menyebutkan virus ini bisa bertahan di berbagai macam permukaan sehingga meningkatkan risiko penularan.

Studi yang diterbitkan di New England Journal of Medicine menyebutkan virus ini dapat bertahan pada permukaan benda, seperti logam, kaca, atau plastik hingga 9 hari lamanya.

Kondisi itu membuat banyak orang cemas. Karena semakin tinggi peluang mereka

tertular menyentuh permukaan yang terkontaminasi di tempat-tempat umum seperti rumah sakit dan transportasi publik.

Terkait itu, PT Tatalogam Lestari, salah satu produsen baja ringan di Indonesia meluncurkam sebuah inovasi yang diharapkan bisa menghambat penyebaran virus tersebut.

Sejak 1 bulan terakhir, PT Tatalogam Lestari memproduksi baja ringan antivirus yang mampu meredam perkembangbiakan virus yang menempel pada logam.

Dari hasil uji laboratorium diketahui, baja ringan antivirus ini terbukti dapat

menangkal berbagai macam virus dan bakteri berbahaya termasuk virus Covid-19 yang saat ini tengah mewabah.

Stephanus Koeswandi, Vice President PT Tatalogam Lestari mengatakan, produk baja ringan antivirus produksi mereka dilapisi cairan anti-virus khusus yang dapat menutup pori-pori baja sehingga virus tidak dapat berkembang biak di permukaannya.

“Virus ini (Covid-19) bisa hidup pada permukaan logam hingga 72 jam, bahkan bisa

lebih. Ini karena celah pori-pori benda tersebut jadi tempat hinggap bakteri dan virus. Virus membelah diri dan bisa bertahan lama. Kami dari Tatalogam berinovasi setiap tahun memikirkan apa solusinya kalau untuk melapisi logam, karena memang kami ada di produsen hilir baja, bagian pelapisan. Maka pada kesempatan ini kami mengembangkan satu produk baja ringan anti virus yaitu Nexalume Antivirus dan Sakura Truss Avico,” terang Stephanus dalam keterangan resminy.

 

sumber :

https://teknosentrik.com/