Kepsek SMA 2 Poso Jadi Tersangka Dugaan Penggelembungan Dana BOS

Kepsek SMA 2 Poso Jadi Tersangka Dugaan Penggelembungan Dana BOS

Kepsek SMA 2 Poso Jadi Tersangka Dugaan Penggelembungan Dana BOS

Kepsek SMA 2 Poso Jadi Tersangka Dugaan Penggelembungan Dana BOS
Kepsek SMA 2 Poso Jadi Tersangka Dugaan Penggelembungan Dana BOS

Kepala SMA Negeri 2 Poso, Sulawesi Tengah, inisial RIL ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Poso dalam perkara dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2015/2016.
ADVERTISEMENT
“Benar, pada Senin kami telah menetapkan kepala sekolah SMA 2 Poso sebagai tersangka perkara dugaan korupsi dana BOS. Dari hasil audit BPK, jumlah kerugian negara sebesar Rp 300 juta lebih,” kata Kapolres Poso melalui Kepala Satuan Reskrim Iptu. Aji R. Nugroho kepada PaluPoso di ruang kerjanya, Rabu (11/12).
Aji mengakui jika kasus ini memang terbilang lambat penanganannya. Namun, penyelidikan tetap berjalan sehingga saat ini telah ditetapkan tersangkanya.
“Perkara ini memang prosesnya memakan waktu yang lama, sebab kami terpaksa harus meminta audit kerugian negara dari BPK pusat. Alasannya, auditor lain belum ada hasilnya, sehingga kami langsung bermohon audit kerugian negara ke BPK pusat,” ujarnya.
Perkara dugaan korupsi dana BOS ini dari hasil audit sebesar Rp 300 juta lebih. Dari hampir Rp 1 miliar dana BOS di sekolah tersebut dalam dua tahun anggaran, penyidik kata Aji, menemukan ada dugaan penggelembungan dari pengadaan pembangunan gedung di sekolah tersebut.
ADVERTISEMENT
“Dana Bos itu digunakan sebagian untuk pembelian alat drum band dan pembangunan fisik bangunan sekolah yang terbakar, namun ada indikasi mark up di sana,” kata Aji.
IMG_20191211_205255.jpg
Kasat Reskrim Polres Poso, Iptu Aji R. Nogroho. Foto: Edy/PaluPoso
Ia menjelaskan kemungkinan perkara ini akan dilimpahkan ke Kejaksaan pada awal tahun 2020.
Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Poso mengaku telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) perkara dugaan korupsi dana BOS SMA 2.
“Kami telah menerima SPDP dari Reskrim Poso kemarin (Senin (10/12),” kata Kepala Seksi Intel Kejari Poso Eko Nugroho kepada PaluPoso, Rabu (11/12).
Sedangkan Kepala SMA 2 Poso, R. I. L, dihubungi melalui telepon genggamnya, terdengar nada aktif namun tidak diangkat. Pesan melalui WhatsApp yang dikirim wartawan media ini juga tak diresponKepala SMA Negeri 2 Poso, Sulawesi Tengah, inisial RIL ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Poso dalam perkara dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2015/2016.

“Benar, pada Senin kami telah menetapkan kepala sekolah SMA 2 Poso sebagai

tersangka perkara dugaan korupsi dana BOS. Dari hasil audit BPK, jumlah kerugian negara sebesar Rp 300 juta lebih,” kata Kapolres Poso melalui Kepala Satuan Reskrim Iptu. Aji R. Nugroho kepada PaluPoso di ruang kerjanya, Rabu (11/12).
Aji mengakui jika kasus ini memang terbilang lambat penanganannya. Namun, penyelidikan tetap berjalan sehingga saat ini telah ditetapkan tersangkanya.
“Perkara ini memang prosesnya memakan waktu yang lama, sebab kami terpaksa harus meminta audit kerugian negara dari BPK pusat. Alasannya, auditor lain belum ada hasilnya, sehingga kami langsung bermohon audit kerugian negara ke BPK pusat,” ujarnya.
Perkara dugaan korupsi dana BOS ini dari hasil audit sebesar Rp 300 juta lebih. Dari hampir Rp 1 miliar dana BOS di sekolah tersebut dalam dua tahun anggaran, penyidik kata Aji, menemukan ada dugaan penggelembungan dari pengadaan pembangunan gedung di sekolah tersebut.

“Dana Bos itu digunakan sebagian untuk pembelian alat drum band dan

pembangunan fisik bangunan sekolah yang terbakar, namun ada indikasi mark up di sana,” kata Aji.
IMG_20191211_205255.jpg
Kasat Reskrim Polres Poso, Iptu Aji R. Nogroho. Foto: Edy/PaluPoso
Ia menjelaskan kemungkinan perkara ini akan dilimpahkan ke Kejaksaan pada awal tahun 2020.

Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Poso mengaku telah menerima surat

pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) perkara dugaan korupsi dana BOS SMA 2.
“Kami telah menerima SPDP dari Reskrim Poso kemarin (Senin (10/12),” kata Kepala Seksi Intel Kejari Poso Eko Nugroho kepada PaluPoso, Rabu (11/12).

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/