Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen Unair Bina Ratusan Lansia

Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen Unair Bina Ratusan Lansia

Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen Unair Bina Ratusan Lansia

Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen Unair Bina Ratusan Lansia
Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen Unair Bina Ratusan Lansia

Kepedulian terhadap sosial telah menjadi salah satu agenda penting bagi setiap dosen dalam memberikan baktinya kepada masyarakat. Kepedulian sosial bagi dosen dapat dilaksanakan melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Hal ini karena pengabdian masyarkat menjadi salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam berkontribusi membangun negeri.

Pengabdian masyarakat ini juga dilakukan agar menghilangkan stigma isolasi dunia akademik terhadap persoalan masyarakat. Seperti yang dilakukan Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) yang menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kepada para lansia di RW IV Rungkut Menanggal, Surabaya.

PKM bertema Lansia Sejahtera RW IV Kelurahan Rungkut Menanggal Kecamatan

Gunung Anyar Surabaya. Melalui kegiatan berbudaya seni dari LPPM Univ Airlangga dan Ristek Dikti ini, para dosen memberikan berbagai ketrampilan kepada para lansia seperti pelatihan memasak, melukis, seni menata bunga, dan paduan suara.

Ketua PKM Dr. Sri Wiryanti Budi Utami, Dra. M.Si. menjelaskan, kegiatan ini merupakan program yang berasal dari Kementerian Ristek Dikti yang bertujuan untuk membangkitkan potensi lansia agar lebih kreatif.

“Lansia itu masih menjadi insan yang memiliki potensi untuk diberdayagunakan dengan kegiatan ini,” jelas dosen FIB Unair ini saat ditemui di sela pelatihan di Balai RT 07, RW IV Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya, Selasa (24/09/2019).

Selama ini menurutnya, stigma yang ada di masyarakat adalah para lansia sudah

tidak lagi mampu untuk menjadi produktif disebabkan oleh faktor usia. Padahal sebenarnya, para lansia hanya perlu dilatih agar dapat berkontribusi lebih baik terhadap dirinya maupun masyarakat sekitarnya.

Oleh karenanya, Sri Wiryanti menginginkan agar civitas akademika dari Unair khususnya dapat memberikan bekal kepada sekitar 350 orang lansia yang dibinanya.

“Sehingga Lansia itu kalau berkumpul tidak hanya sekadar senam dan posyandu

tapi lebih ada kegiatan yang positif dan meningkatkan daya kreatif mereka,” katanya.

Ia berharap dengan kegiatan ini para lansia tidak lagi menjadi beban bagi masyarakat karena masih memiliki kreatifitasnya dalam menyalurkan hobinya menjadi sesuatu yang memiliki nilai tawar untuk ditampilkan.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-palestina/