UTBK UNESA Surabaya Gelombang Kedua Kesempatan Siswa Perbaiki Nilai

UTBK UNESA Surabaya Gelombang Kedua Kesempatan Siswa Perbaiki Nilai

UTBK UNESA Surabaya Gelombang Kedua Kesempatan Siswa Perbaiki Nilai

UTBK UNESA Surabaya Gelombang Kedua Kesempatan Siswa Perbaiki Nilai
UTBK UNESA Surabaya Gelombang Kedua Kesempatan Siswa Perbaiki Nilai

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang kedua dimulai hari ini (11/5) di Universitas Negeri Surabaya dan berlangsung serentak di seluruh wilayah.

Dalam seleksi tahun ini, peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti tes sebanyak dua kali sehingga gelombang kedua ini menjadi kesempatan penting baik untuk memperbaiki nilai atau mengikuti tes di peminatan lain.

Hal itu seperti dituturkan oleh Novia Nurul Azmi, salah satu peserta UTBK di Unesa dari Sidoarjo. Novia, begitu ia disapa, yang berharap memperbaiki nilai karena mengaku sedikit ragu dengan nilai yang didapatkannya di gelombang pertama.

“Memang, udah niat ikut dua gelombang karena sejak awal ingin punya perbandingan nilai, mana yang layak untuk masuk PTN. Apalagi nggak yakin juga sama (nilai) yang kemarin. Semoga hasilnya yang sekarang ini lebih baik”, terangnya.

Sementara, UTBK gelombang kedua juga bisa dimanfaatkan pula bagi mereka yang

mencoba peruntungan di peminatan lain. Misalnya seperti M. Rofi Udin, yang mengambil tes soshum dalam gelombang kedua setelah mengambil tes bidang saintek di gelombang pertama.

“awalnya saya berminatnya masuk ke jurusan Teknik elektro, tetapi dengan pertimbangan orang tua menyarankan mengambil bidang pendidikan. Ya nanti lihat mana yang lebih baik, semoga bisa masuk PTN’ terangnya.

Slamet Setiawan, Phd, Koordinator pelaksana UTBK Unesa pun mengatakan bahwa

gelombang kedua ini merupakan kesempatan baik meraih nilai tinggi. Menurutnya, para peserta dapat belajar dari pengalaman gelombang pertama.

“Peserta kan sudah relatif tahu pola tesnya. Misalnya soal materi, mereka sudah lebih paham sehingga bisa lebih maksimal menyiapkan. Juga seharusnya tidak ada lagi demam panggung menghadapi teknis pengerjaan di komputer”, terangnya
Namun, Slamet juga mengharapkan kesiapan peserta dalam tata tertib, seperti ihawal administratif terkait berkas-berkas yang harus dibawa.

“kami berharap tidak ada lagi persoalan terkait tata tertib seperti tentang berkas

yang harus dibawa. Semoga peserta bisa lebih menyiapkan dan tidak terganggu dengan urusan demikian sehingga mendapatkan nilai lebih baik”, jelasnya.

 

Sumber :

https://works.bepress.com/m-lukito/5/