Persiapan Mencari Pekerjaan

Persiapan Mencari Pekerjaan

Mempunyai pekerjaan jadi dambaan semua orang, tak hanya untuk menunjang keperluan hidup secara finansial pekerjaan merupakan simbul status strata sosial, dan lebih dari itu bersama bekerja maka seseorang membawa kesempatan mengaktualisasikan diri supaya berfungsi bagi masyarakat.

Menganggur sebenarnya membosankan dan apalagi dilengkapi bersama gelar diploma, sarjana S1, atau S2 memahami dapat terlalu mulai terbeban. Normalnya jarak antara lulus / wisuda bersama mulai bekerja adalah tidak cukup dari satu tahun. Jika lebih, maka seorang penganggur terdidik dapat mulai dihinggapi rasa putus asa supaya muncul rendah diri serta rasa tidak percaya diri.

Ketika seorang yang baru lulus punyai rasa percaya tinggi yang luar biasa. Keinginan untuk bekerja di daerah yang cocok bersama keinginannya disertai gaji tunjangan yang memadai. Akan namun lapangan pekerjaan yang tersedia di negara kami sebenarnya terlalu terbatas. Mencari kerja yang cocok bersama bidang kami saja sulit, apalagi melacak pekerjaan bersama bermacam sarana dan insentif yang diberikan cocok bersama dambaan kita.

Dalam melacak pekerjaan kami perlu bisa lihat kekuatan diri kami sendiri. Jangan gegabah bersama melamar pekerjaan yang butuh banyak persyaratan yang berada di luar kekuatan kita. Perusahaan yang terhubung lowongan pekerjaan kadang hanya melacak karyawan / pegawai baru yang khusus bersama keperluan mereka. Carilah pekerjaan yang cocok bersama kekuatan yang tersedia atau sedikit lebih tinggi.

Persiapkan diri kami dari sekarang, dikarenakan bisa saja perusahaan melakaukan interview secara mendadak lewat telepon supaya dapat terlalu menguji kekuatan kami yang sesungguhnya. Jika melamar suatu pekerjaan sebisa kemungkinan kami memahami sedikit tentang perusahaan tersebut serta pekerjaan yang kami lamar.

Tahapan Mencari Pekerjaan

Melamar pekerjaan bisa disebut sebagai suatu hal yang gampang-gampang susah. Ada pelamar yang hanya mengirimkan satu surat lamaran, sesudah itu dipanggil wawancara dan segera di terima bekerja. Sebaliknya tersedia pelamar yang sudah mengirimkan puluhan surat lamaran dan sudah dipanggil untuk wawancara beberapa kali namun tidak kunjung di terima bekerja. Dalam banyak kasus, kekuatan akademik yang tinggi termasuk seringkali bukan jaminan untuk bisa di terima bekerja. Orang-orang yang termasuk didalam group paling akhir yang sudah mengirimkan puluhan surat lamaran namun tidak kunjung di terima bekerja seringkali jadi frustrasi dan akhirnya putus asa supaya kehilangan semangat untuk melacak pekerjaan. Akibatnya mereka condong jadi penganggur dan punyai rancangan diri yang negatif.

Demi melindungi supaya jangan hingga sang pelamar jadi frustrasi maka tersedia beberapa hal yang perlu dipahami dan dipelajari secara seksama oleh para pencari kerja. Sama halnya bersama melaksanakan kegiatan-kegiatan lain didalam hidup ini, maka melacak pekerjaan pun butuh suatu pemahaman, ketrampilan dan keahlian tersendiri. Hanya orang-orang yang memahami hal inilah yang dapat bisa memenangkan kompetisi (di Indonesia bisa disebut Hyper-kompetisi) didalam meraih pekerjaan. Beberapa hal yang perlu jadi perhatian para pencari kerja, seperti dikutip dari monster.com diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pemahaman pada Proses Pencarian Pekerja

Pemahaman yang benar pada proses pencarian pekerjaan dapat terlalu berfungsi bagi pencari kerja supaya terhindar dari rasa frustrasi. Beberapa hal yang perlu diketahui dan dipahami pencari kerja misalnya:

Pencarian pekerjaan adalah identik bersama mempromosikan diri sendiri dan talenta yang dimiliki
Mengetahui bersama tentu bagaimana talenta yang dimiliki bisa menambahkan fungsi bagi perusahaan yang dilamar
Mencari pekerjaan merupakan suatu pekerjaan juga: jadi perlu bersabar dikarenakan tentu butuh waktu
Buat rancangan dan ikuti rancangan tersebut; meski tidak perlu diikuti secara kaku
Mencari pekerjaan perlu pantang menyerah

2. Kenali Diri Anda Sendiri

Identifikasi kemampuan, minat, bakat, nilai-nilai hidup, keperluan dan kebiasaan anda. Jika kamu memahami hal tersebut maka dapat lebih gampang bagi kamu didalam menentukan jenis pekerjaan apa dan perusahaan seperti apa yang dapat kamu pilih.

3. Tentukan Tujuan Karir Anda

Putuskan jenis karir yang jadi obyek anda, perusahaan apa yang cocok bagi anda, dan seandainya perlu memastikan termasuk lokasi atau daerah dimana kamu dapat bekerja.

4. Buatlah Career Portfolio

Buatlah career portfolio kamu bersama menyiapkan dokumen-dokumen pelengkap seperti:

Surat Lamaran (Cari artikel: Menulis Surat Lamaran Kerja)
Resume (Cari termasuk artikel: Membuat Resume)
Surat Rekomendasi, piagam penghargaan, dll
Transkrip Nilai, Ijazah, Sertifikat, dll
Kartu Nama (jika ada)

5. Perluas Jaringan

Mencari pekerjaan seringkali butuh kerjasama team. Dalam hal ini kamu perlu punyai jaringan atau networking untuk melacak bermacam informasi yang dibutuhkan tentang lowongan pekerjaan yang cocok untuk anda. Anda bisa bekerjasama bersama teman, anggota keluarga atau pun kenalan kamu untuk mendapat bermacam informasi yang dibutuhkan. Semakin luas networking maka dapat jadi cepat kemungkinan kamu untuk meraih pekerjaan atau setidaknya dapat banyak kesempatan lowongan kerja yang tersedia.(Hubungi lewat facebook. http://www.facebook.co,/info.kerja)

6. Kenali Tempat / Perusahaan yang Dilamar

Kenyataan pahit yang perlu dialami oleh pekerja dikarenakan di PHK atau para pencari kerja yang “ditipu” oleh si pemberi pekerjaan, hendaknya jadi pelajaran bagi kamu sebelum saat mengirimkan surat lamaran pekerjaan. Artinya jangan hingga kamu melamar di perusahaan yang tidak cukup terjamin jaman depannya. Salah satu langkah yang paling gampang ditunaikan untuk mengetahui perusahaan / pemberi pekerjaan adalah bersama melacak informasi secara rinci tentang perusahaan yang sedia kan lowongan pekerjaan tersebut, mencakup kekuatan finansial, jenis usaha, jenis pekerjaan yang ditawarkan (pegawai selalu atau kontrak), siapa pemiliknya, dll. Jika akhirnya kamu menemukan keserasian bersama obyek karir kamu maka barulah kamu boleh mengirimkan surat lamaran. Dalam hal bahwa kamu melamar lewat iklan lowongan kerja yang tersedia di tempat massa maka pilihlah iklan lowongan kerja yang diterbitkan di tempat massa yang sudah terpercaya. Dan untuk ini pun kamu selalu perlu mengecek kembali profile perusahaan pemberi pekerjaan.

7. Melamar

Melamar pekerjaan butuh suatu seni tersendiri oleh dikarenakan itu pencari kerja perlu terlalu menyiapkan semua hal yang terkait bersama lamaran tersebut secara seksama. Lakukan hal yang mirip tiap-tiap kali kamu melamar pekerjaan.

8. Wawancara Kerja

Wawancara kerja merupakan suatu proses yang menghantar kamu ke “gerbang perusahaan”. Artinya kalau kamu sudah memasuki langkah wawancara kerja maka kamu punyai kesempatan untuk lebih mengenal perusahaan dan sebaliknya perusahaan bisa mengenal potensi kamu secara lebih rinci. Oleh dikarenakan itu, pencari kerja perlu terlalu menyiapkan diri didalam hadapi wawancara kerja. (

9. Menerima atau Menolak Tawaran Pekerjaan

Seperti yang sudah dikemukakan bahwa melacak pekerjaan adalah gampang-gampang susah, maka konsekuensi logis yang dapat dihadapi tiap-tiap pencari kerja adalah di terima atau ditolak. Dalam kenyataannya, meski disadari bahwa meraih pekerjaan adalah suatu hal yang sulit, namun kadang waktu tersedia tawaran pekerjaan yang terpaksa tidak diterima sendiri oleh si pelamar dikarenakan bermacam alasan. Dalam hal ini, kalau kamu termasuk pelamar yang terpaksa menolak tawaran pekerjaan, maka melaksanakan hal tersebut bersama cara-cara elegance supaya tidak menyinggung perasaan orang-orang di perusahaan yang kamu lamar. Sebaliknya kalau kamu terima tawaran kerja maka sampaikan rasa terima kasih penghargaan atas kesempatan untuk berkarir di perusahaan tersebut dan tindaklanjuti bersama menyebabkan kesepakatan kerja serta beberapa langkah yang perlu kamu persiapkan sebelum saat mulai bekerja.

10. Evaluasi Proses

Jika kamu selalu belum sukses meraih pekerjaan meski sudah meniti beberapa langkah di atas, maka kamu perlu mengevaluasi semua proses pencarian pekerjaan. Tanyakan pada diri kamu sendiri:

Apakah saya sudah melaksanakan semua hal yang perlu dan perlu dilakukan?
Seberapa jauh persiapan saya didalam menempuh tiap-tiap langkah di atas?
Hal-hal apa saja yang perlu saya perbaiki dan apakah tersedia hal lain yang kurang?

Jika sebenarnya ternyata masih selalu gagal mendapat pekerjaan meski sudah mulai melaksanakan beberapa langkah yang optimal, maka tersedia baiknya kamu melacak bantuan kepada orang-orang yang profesional, seandainya konselor atau psikolog. Dengan bantuan mereka kamu kemungkinan bisa mengidentifikasi apa yang jadi penyebab kegagalan kamu meraih pekerjaan.

Dengan pemahaman pada keseluruhan proses pencarian pekerjaan diinginkan individu punyai ketahanan diri didalam hadapi bermacam tantangan sebelum saat sukses meraih pekerjaan. Semoga tulisan ini menambahkan fungsi bagi kamu semua yang kala ini sedang melacak pekerjaan.

Baca Juga :