Pemkot Surabaya Gelar Edukasi Bantuan Hidup Dasar

Pemkot Surabaya Gelar Edukasi Bantuan Hidup Dasar

Pemkot Surabaya Gelar Edukasi Bantuan Hidup Dasar

Pemkot Surabaya Gelar Edukasi Bantuan Hidup Dasar
Pemkot Surabaya Gelar Edukasi Bantuan Hidup Dasar

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar perayaan World Heart Day (Hari Jantung Sedunia) dengan memberikan pelatihan berupa bantuan hidup dasar. Pelatihan tersebut, diikuti sekitar 200 peserta terdiri dari perwakilan petugas Puskesmas se-Surabaya dan masyarakat umum.

Rangkaian acara dibuka dengan senam pagi bersama sejumlah warga memanfaatkan momen tersebut. Mereka yang hadir tidak hanya orang dewasa, namun anak-anak pun terlihat juga antusias mengikuti senam tersebut.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewandhie Surabaya, drg. Rince Pangalila, M.Kes. mengatakan, bakti sosial dalam rangka memperingati World Heart Day ini ada beberapa rangkaian acara. Diantaranya, edukasi hidup sehat, pemeriksaan gula darah dan edukasi bagaimana memberikan bantuan hidup dasar.

“Kegiatan rutin ini biasanya dilakukan 3-6 bulan sekali di rumah sakit. Tetapi ini

special, karena itu kami gelar berbeda. Selain itu, kami bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, lalu kami mengerahkan tim dari Rumah Sakit dr. Soewandhie 50 orang dokter spesialis dan perawat,” kata drg. Rince saat ditemui di Taman Bungkul Surabaya.
Baca Juga:

105 Warga Kabupaten Kabupaten Mojokerto Terjangkit Hepatitis
Balita di Kediri Terenggut Demam Berdarah
Demam Berdarah di Bojonegoro Belum KLH, Masyarakat Perlu Waspada
Warga Kurang Mampu Jangan Hamil Dulu, Dana Jampersal Habis

drg Rince menjelaskan, sebanyak 50 dokter dan perawat tersebut bertugas

memberikan edukasi kepada sejumlah masyarakat yang hadir. Tampak beberapa manekin (boneka manusia) menjadi pusat perhatian sejumlah warga, terutama saat petugas memberikan pengarahan yang dipandu oleh dr. Samuel Sudanawidjaja, Sp.JP, Spesialis Jantung RSUD dr Soewandhie.

“Petugas dari kami memberikan pengarahan dan memberikan pelatihan sampai para peserta faham betul, jadi dipraktikkan sampai benar-benar bisa,” kata Rince.

Dokter spesialis Jantung RSUD dr Soewandhie Surabaya, dr. Samuel Sudanawidjaja,

Sp.JP menyampaikan, dalam memberikan penanganan bantuan hidup dasar ini dibutuhkan penanganan cepat dan tepat. Pertama yang harus dilakukan adalah pijatan jantung. “Pijatan jantung ini harus tepat dan dilakukan secara terus menerus sebelum ada reaksi dari korban atau sebelum pertolongan yang lebih besar datang menangani,” kata Samuel.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-patung-liberty/