PEMETAAN KONTUR DAN PEMODELAN SPASIAL TIGA DIMENSI

PEMETAAN KONTUR DAN PEMODELAN SPASIAL TIGA DIMENSI

PEMETAAN KONTUR DAN PEMODELAN SPASIAL TIGA DIMENSI

PEMETAAN KONTUR DAN PEMODELAN SPASIAL TIGA DIMENSI
PEMETAAN KONTUR DAN PEMODELAN SPASIAL TIGA DIMENSIPEMETAAN KONTUR DAN PEMODELAN SPASIAL TIGA DIMENSI

Oleh : NANANG SETIAWAN

Surver merupakan salah satu perangkat lunak yang digunakan untuk membuat peta kontur dan pemodelan 3 dimensi. Perangkat lunak surver melakukan plotting data tabular X Y Z tidak beraturan menjadi lembar titik-titik segi empat (grid) yang beraturan. Grid adalah serangkaian garis vertikal dan horizontal yang dalam Surver berbentuk segi empat yang menjadi dasar pembentuk kontur dan surface 3 dimensi. Pada titik perpotongan grid disimpan nilai Z berupa titik ketinggian atau kedalaman. Gridding merupakan proses pembentukan rangkaian nilai Z yang teratur dari sebuah data Z Y Z. Hasil dari proses gridding adalah file grid yang teratur tersimpan pada file .grd.

Editing peta kontur dimaksudkan untuk mendapatkan bentuk peta kontur yang sesuai dengan syarat-syarat pemetaan tertentu ataupun sesuai keinginan pembuat peta. Beberapa hal yang berkaitan dengan hal ini adalah penetapan nilai kontur interval (Interval Contour), Labelling garis indeks, kerapatan label, pengubahan warna garis indeks, pengaturan blok warna kelas ketinggian, dan lain-lain. Gambar di atas merupakan contoh penggunaan kontur interval, secara umum, pengaturan komtur interval mengikuti aturan sebagai berikut :

Kontur Interval = 1/2000 X Skala Peta Dasar

Jadi jika menggunakan dasar dengan skala 1:50.000 maka seharusnya kontur interval peta adalah 25 meter. Beda tinggi antargaris kontur tersebut terpaut 25 meter. Seandainya peta dasar tersebut diperbesar menjadi skala 1:25.000, maka kontur intervalnya pun juga harus diubah menjadi 12,5 meter.

Pembuatan peta kontur ataupun model tiga dimensi dengan Surver diawali pembuatan data tabular X Y Z. Dapat juga menggunakan data DEM (Digital Elevation Models) sebagai pengganti data X Y Z. Data X Y Z selanjutnya diinterpolasikan dalam sebuah file grid. Proses kedua ini sering disebut grid-ding yang menghasilkan sebuah file grid untuk digunakan sebagai dasar pembuatan peta kontur dan model 3 dimensi.

Sumber : http://alprostadil-mx.info/best-universities-for-education-degrees-2019/