Kembar Siam Dempet Dada-Perut Asal Kendari Ditangani RSUD Dr Soetomo

Kembar Siam Dempet Dada-Perut Asal Kendari Ditangani RSUD Dr Soetomo

Kembar Siam Dempet Dada-Perut Asal Kendari Ditangani RSUD Dr Soetomo

Kembar Siam Dempet Dada-Perut Asal Kendari Ditangani RSUD Dr Soetomo
Kembar Siam Dempet Dada-Perut Asal Kendari Ditangani RSUD Dr Soetomo

Bayi Perempuan bernama Aqila dan Nazila asal Kendari Sulawesi Tenggara di rujuk ke RSUD Dr Soetomo. Bayi cantik Aqila dan Nazila merupakan kembar siam dempet dada dan perut atau yang dalam dunia medi disebut thoracoabdomino phagus.

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi di Surabaya, Jumat mengatakan hari tim penanganan kembar siam RSUD Dr Soetomo yang dipimpin Dr Agus Harianto mulai melakulan pemeriksaan dari pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi kepada bayi perempuan anak dari pasangan Yayasri dan Silvina Dewi.

Setelah semua pemeriksaan selesai, tim baru akan menentukan kapan operasi

pemisahan kepada bayi berusia 16 bulan dan merupakan bayi kembar siam ke-99 yang telah ditangani.

“Nanti total ada 70 dokter yang akan menangani. Tpi penanggung jawabnya dari ketua tim Soetomo. Operasi pemisahan akan dilakukan sesegera mungkin. Begitu siap laboratorium, radiologi siap, segera,” katanya.

Ketua tim penanganan bayi kembar siam RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Agus Harianto menjelaskan, kondisi yang dialami bayi Aqila dan Nazila sangat kompleks, dikarenakan dempetnya dari atas sampai bawah.

Agus menerangkan, operasi pemisahan kedua bayi baru bisa dilakukan jika umur si bayi mencukupi. Artinya, semakin besar si bayi akan semakin mudah untuk dipisahkan. Hal itu demi keselamatan pasien.

“Karena ini elektif. Artinya kami harus menyiapkan semuanya dari segala macam

bentuk. Kami upayakan sehingga pasien naik di meja operasi kita sudah mengerti diagnosanya,” ujarnya.

Secara umum, kata Agus kedua bayi dalam kondisi bagus, cantik dan aktif. Kedua bayi juga saling pukul memukul, yang artinya mereka mau dipisahkan dan tidak mau begitu lagi.

Sementara itu, anggota tim penanganan bayi kembar siam, dr Poerwadi

menuturkan, paling aman dilakukan operasi pemisahan jika masing-masing berat badan bayi lima kilogram.

“Tapi untuk dempet dada dan perut yang sedemikian komplek, maka kita tidak mau ambil risiko. Kami mau operasi di umur 10 bulan. Tapi dengan berbagai pertimbangan, ini sampai umur 16 bulan,” ujarnya.

 

Sumber :

https://danu-aji-s-school.teachable.com/blog/190507/fable