KAJIAN GEOLOGI GUNUNGAPI MERAPI

KAJIAN GEOLOGI GUNUNGAPI MERAPI

KAJIAN GEOLOGI GUNUNGAPI MERAPI

KAJIAN GEOLOGI GUNUNGAPI MERAPI
KAJIAN GEOLOGI GUNUNGAPI MERAPI

Geografi adalah ilmu yang mengkaji fenomena geosfer dalam konteks keruangan dengan pendekatan kelingkungan dan kompleks wilayah. Fenomena geosfer sangat beragam, salah satunya adalah perubahan bentuk pada permukaan bumi. Suatu daerah yang awalnya merupakan dataran, oleh tenaga geologi sebagian dapat terangkat sementara bagian yang lain turun. Dua aspek yang menonjol dalam pembentukan morfologis Pulau Jawa adalah iklim tropis lembab dan kegiatan vulkanik yang kuat selama kira-kira dua juta tahun terakhir. Adanya aktivitas vulkanik dan proses tektonik dalam kerak bumi menyebabkan pengangkatan daratan. Pada umumnya, aktivitas vulkanik tidak merata sepanjang waktu, tetapi muncul dengan aktivitas tinggi pada masa kegiatan tertentu, sehingga pengaruhnya terasa pada daerah dalam skala luas.

Geologi merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi karakter suatu daerah. Setiap daerah memiliki ciri khas sendiri berdasarkan struktur geologi yang menyusun daerah tersebut. Keadaan geologi suatu daerah secara langsung berpengaruh terhadap keberadaan dan sifat sumberdaya air yang selanjutnya berpengaruh terhadap sumberdaya alam,

Dari sudut geologi, dalam suatu penampang melintang utara-selatan Pulau Jawa terbagi dalam 3 zona, yaitu : (1) Zona Utara yang berbukit-bukit rendah; (2) Zona Tengah yang meliputi jalur vulkanik; dan (3) Zona Selatan yang merupakan plato-plato (plateau) yang terpotong-potong oleh sesar dan sistem fluvial yang besar. Gunungapi Merapi merupakan salah satu gunungapi yang berada pada Zona Tengah Pulau Jawa.

Vulkanisme adalah segala kegiatan magma dari lapisan dalam litosfer menyusup ke lapisan yang lebih atas atau sampai ke luar permukaan bumi. Sebenarnya, vulkanisme dalam arti yang sempit berarti ekstrusi magma. Dari dapur magma, melalui diatrema, magma menyusup ke atas sampai ke permukaan bumi. Proses keluarnya magma itu dinamakan letusan atau erupsi. Gunung Merapi termasuk gunung api strato, gunungapi strato merupakan hasil erupsi campuran, efusif dan eksplosif yang berulang beberapa kali. Gunungapi strato ini berbentuk kerucut dan tubuhnya berlapis-lapis.

Secara umum formasi dan jenis batuan yang menyusun Gunungapi Merapi di bagian utara didasari oleh batuan vulkanik Merapi Tua berumur Pleistosen Atas, di bagian timur didasari oleh batuan Tersier Formasi Nglanggran dan Semilir, serta batuan Tersier Formasi Sentolo di bagian barat maupun selatan. Menurut Bemmelen (1949) di Formasi Sentolo memiliki tipe facies neritik. Pada batugamping dijumpai kandungan fosil-fosil foraminifera. Formasi Sentolo berumur Miosen Tengah. Formasi ini tersusun atas batugamping (limestone) dan batupasir napalan (marly sandstone). Di bagian selatan juga terdapat Formasi Endapan Gunungapi Merapi Muda yang berumur Kuarter dan terdiri dari material lepas sebagai hasil kegiatan letusan Gunungapi Merapi. Endapan Gunungapi Merapi Muda batuannya berupa tuf, abu, breksi, aglomerat, dan lelehan lava tak terpilahkan. Hasil pelapukan pada lereng kaki bagian bawah membentuk dataran yang meluas di sebelah selatan, terutama terdiri dari rombakan vulkanik yang terangkut kembali oleh alur-alur yang berasal dari lereng atas.

Sumber : https://www.4shared.com/office/cJa381VCea/lecturer_of_education.html