IPAL Komunal Gresik Jadi Percontohan Nasional

IPAL Komunal Gresik Jadi Percontohan Nasional

IPAL Komunal Gresik Jadi Percontohan Nasional

IPAL Komunal Gresik Jadi Percontohan Nasional
IPAL Komunal Gresik Jadi Percontohan Nasional

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Gresik, menjadi percontohan kabupaten/kota se-Indonesia. Dipilihnya Gresik, berdasarkan keputusan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) City Sanitation Summit (CSS) di Banjarmasan, Kalimantan Selatan, September 2019 mendatang.

Terkait dengan kesiapan itu, Bupati Sambari Halim Radianto beserta Wabup

M.Qosim melakukan peninjauan lokasi program IPAL Komunal di Desa Randuagung Kecamatan Kebomas Gresik, Minggu (4/08/2019).

Pengolahan IPAL Komunal di Wilayah Kabupaten Gresik ini sudah dibangun sejak tahun 2014. Program ini bekerjasama dengan USAID (United States Agency for International Development) atau Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika), atau dibawah program USAID IUWASH PLUS (Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene) Penyehatan Lingkungan Untuk Semua.

“Kami sangat konsen dengan program ini mengingat program ini sesuai dengan

RPJMD 2014-2019. Dimana, ketersediaan 100 persen air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen fasilitas sanitasi serta drainase,” ujar Sambari.

Masih menurut Sambari, pada intinya Pemkab Gresik bersepakat untuk perang terhadap limbah. Pengelolahan limbah merupakan kewajiban pemerintah. Untuk itu, kami mengeluarkan regulasi berupa perda maupun perbup untuk memerangi limbah yang sangat membahayakan tanah, air dan mengancam kesehatan masyarakat.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati Gresik melalui Perda nomor 9 tahun 2018

tentang Pengaturan air limbah domestik. Perda nomor 13 tahun 2018 tentang Retribusi Jasa Umum Pengadaan WC dan Penyedotan limbah. Serta dikuatkan dengan Peraturan Bupati nomor 34 tahun 2018 tentang Kelembagaan UPT Pengelolahan Limbah Cair Domestik.

Sementara Kepala Bagian Humas dan Protokol Sutrisno menuturkan, IPAL Komunal di Desa Randuagung ini ada 18 lubang (manhole). Bangunan ini mempunyai kapasitas tampung untuk 200 Rumah (KK). UPT, setiap tiga tahun sekali dilakukan penyedotan.

 

Baca Juga :