Cara Menanamkan Nasionalisme pada Anak Sejak Usia Dini

Cara Menanamkan Nasionalisme pada Anak Sejak Usia Dini

Memang tidak gampang memahamkan nasionalisme pada anak, namun Anda harus berusaha. Pasalnya, nasionalisme diperlukan untuk menyusun pribadi yang menghargai negara dan bangsanya. Melalui penanaman semenjak dini, harapannya si kecil bisa menyerap nasionalisme lebih cepat ke dalam dirinya.

Anda mengharapkan anak mempunyai rasa cinta tanah air yang kokoh? Mari terapkan teknik menanamkan nasionalisme pada anak inilah ini.

Menggunakan Bahasa Indonesia saat Berbicara dengan Anak

Kebanyakan orang tua lebih bangga andai anaknya pandai berbahasa asing. Padahal, kebanggaan tersebut tidak sepenuhnya baik untuk pertumbuhan jiwa nasionalisme anak.

Sebaiknya, biasakan anak untuk menggunakan Bahasa Indoenesia ketika berkomunikasi dengan kita atau teman-temannya. Tujuannya agar timbul rasa bangga dan cinta terhadap bahasa nasional negara ini. Soal bahasa asing, kita tidak butuh khawatir, sebab anak bakal memperolehnya di sekolah.

Mengajarkan Lagu-Lagu Nasional

Agaknya, anak-anak kekinian mulai meninggalkan lagu nasional. Banyak anak yang lebih hafal lagu canggih ketimbang lirik lagu “Indonesia Raya”. Kondisi ini paling memprihatinkan. Nasionalisme pada generasi penerus juga terancam.

Untuk menangkal hal tersebut, Anda harus mengajarkan lirik lagu-lagu nasional semenjak usia anak di bawah 5 tahun. Pasalnya, dalam rentang usia tersebut, si anak cepat menciduk sesuatu yang didengar dan dilihatnya. Karena itu, Anda dapat menanamkan nasionalisme pada anak dengan mudah.

Menceritakan Sejarah Indonesia

Dewasa ini, anak-anak kendala memahami sejarah Indonesia. Tebalnya halaman kitab membuat anak tak mau membacanya. Solusinya, kita yang harus mengisahkan pada anak.

Mulailah bercerita dari situasi Indonesia saat dijajah bangsa asing. Kemudian, Anda dapat melanjutkannya dengan memperkenalkan para pahlawan Indonesia. Sampaikan cerita dengan teknik yang unik sampai-sampai anak terpikat pada ceritanya. Kelak, ketertarikan anak pulang menjadi kecintaan terhadap negaranya.

Mengajak Anak ke Tempat Wisata Sejarah

Indonesia memiliki tidak sedikit lokasi bersejarah. Kini, tempat tersebut dijadikan objek wisata, laksana museum dan monumen. Cobalah menyuruh anak ke sana seraya mengenalkannya pada benda-benda atau replika peristiwa yang terdapat di dalamnya.

Biasanya, di museum atau monumen ada tiruan identitas negara Indonesia, yakni Sang Saka Merah Putih dan Garuda Pancasila. Sambil mengamatinya, Anda dapat menjelaskan arti dan kegunaannya kepada anak. Jika deskripsi Anda diterima oleh anak, pasti dia bakal mengingatnya hingga kapan pun.

Mengenalkan Beragam Budaya Tradisional di Indonesia

Anak-anak ingin menyukai kitab cerita bergambar ketimbang melulu tulisan. Saat ini, tidak sedikit kitab cerita bergambar yang mengemukakan keragaman kebiasaan di Indonesia. Biasanya mengandung gambar lokasi tinggal adat, pakaian tradisional, perangkat musik, agama di Indonesia, sampai kesenian dari sekian banyak daerah.

Menanamkan nasionalisme pada anak melalui kitab tersebut, merupakan teknik yang tepat. Jika anak terbiasa membacanya, lambat laun dia juga menyukainya. Dari suka bakal berlanjut menjadi rasa cinta dan bangga terhadap kebiasaan bangsanya.

Membiasakan Anak guna Menghafal Pancasila dan Memasang Bendera

Tidak butuh malu, andai harus mengemban upacara bendera di lokasi tinggal setiap hari senin. Justru, kelaziman ini merangsang semangat si kecil guna menyiapkan segala keperluannya. Anda dapat meminta anak guna bertugas mengibarkan bendera merah putih atau membacakan teks Pancasila.

Perlu diketahui, ketika ini tidak sedikit anak yang tidak hafal Pancasila. Oleh sebab itu, Anda mesti mengajarkannya pada anak saat memasuki usia 2 tahun. Kemudian, berikan pemahaman mengenai makna dan perannya. Dengan menghafal dan mengerti makna Pancasila, jiwa nasionalismenya bakal terbentuk.

Sumber : http://www.solspace.com/index?URL=https://www.pelajaran.co.id