Pelajar Ikut Terpengaruh Putusnya Hubungan Diplomatik Arab-Qatar

Pelajar Ikut Terpengaruh Putusnya Hubungan Diplomatik Arab-Qatar

Pelajar Ikut Terpengaruh Putusnya Hubungan Diplomatik Arab-Qatar

Pelajar Ikut Terpengaruh Putusnya Hubungan Diplomatik Arab-Qatar
Pelajar Ikut Terpengaruh Putusnya Hubungan Diplomatik Arab-Qatar

Pemutusan hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Qatar berdampak luas. Para mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Universitas Islam Madinah pun terkena dampaknya. Tiket pulang-pergi maskapai Qatar Airways yang biasanya ditempuh dengan rute Madinah-Doha-Jakarta terpaksa harus diubah dengan beberapa pilihan rute, antara lain Jakarta-Doha-Muscat-Madinah, Jakarta-Doha-Kuwait-Madinah, atau Jakarta-Doha-Istanbul-Madinah.

Adanya opsi transit di Istanbul, Turki, memunculkan inisiatif dari beberapa

mahasiswa untuk berwisata sejenak di Istanbul. Pada Kamis,14 September 2017, 21 rombongan PPI Madinah milih jalur Istanbul. ’’Selama di Doha, dilakukan briefing dulu oleh salah satu mahasiswa yang sebelumnya sudah pernah berkunjung ke Turki terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan setiba di Istanbul nantinya,’’ ujar Ahmad Bilal Almagribi, salah seorang peserta.

Dari Doha penerbangan dilanjutkan ke Istanbul dengan transit selama 9 jam 20 menit. Tiba di Bandara Internasional Sabiha Gökçen sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Rombongan lantas membeli kartu transportasi (Istanbulkart), lalu menunggu bus Havataş dengan tujuan pelabuhan Kadıköy. Perjalanan darat Sabiha-Kadıköy ditempuh dengan waktu selama 1 jam 11 menit.
Pelajar Ikut Terpengaruh Putusnya Hubungan Diplomatik Arab-Qatar
BERDAMPAK: Mahasiswa Indonesia saat transit di Turki. (PPI Madinah for JawaPos.com)

Sampai di Kadıköy, rombongan menuju dermaga kapal fery dengan tujuan

pelabuhan Eminönü. Perjalanan laut ini ditempuh kurang lebih 25 menit. Di Eminönü dapat terlihat Galata Tower dan Jembatan Bosphorus yang menghubungkan Istanbul wilayah Asia dan Eropa. Dari Eminönü rombongan menaiki Tramvay (kereta listrik) menuju stasiun Sultanahmet.

Dikarenakan terbatasnya waktu, rombongan PPMI Madinah hanya sempat

mengunjungi Basilica Cistern, Hagia Sophia, sholat di Blue Mosque, berfoto di area Hippodrome dan taman di depan Blue Mosque. ’’Namun tak hanya kenangan, kami juga menjadi ingat semangat Sahabat Rasulullah, Abu Ayyub Al-Anshori dan Sultan Muhammad Al-Fatih pun terpatri di hati,’’ imbuh Ahmad. (*)

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/vokal-dan-konsonan.html