Obat Sertifikasi Halal Masih Sedikit

Obat Sertifikasi Halal Masih Sedikit

Obat Sertifikasi Halal Masih Sedikit

Obat Sertifikasi Halal Masih Sedikit
Obat Sertifikasi Halal Masih Sedikit

BANDUNG- Berdasarkan data dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI), dari sekitar 18 ribu produk obat-obatan yang diproduksi oleh perusahaan farmasi di Indonesia, yang sudah bersetifikasi halal hingga saat ini baru sekitar 22 item.

“22 obat tersebut masing-masing 2 vaksin, beberapa obat gosok, aroma terapi dan

obat terbuat dari cacing dan sisanya belum,” ucap Keltua Kelompok Keilmuan Farmakokimia, Institut Teknologi Bandung (ITB), Slamet Ibrahim.

Menurut Slamet, obat-obatan yang sudah bersitifikasi halal oleh produsennya tersebut lebih karena perusahaan yang bersangkutan secara sukarela untuk mensertifikasikan produknya.

“Dulu sifatnya sukarela, tapi sekarang setelah diundangkan, berdasarkan Undang-undang 33 nomer 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, nantinya semua produk farmasi dalam hal ini obat-obatan harus berertifikasi,” ujarnya.

Slamet mengatakan, masih sedikitnya produsen yang mensertifikatkan produknya

karena sebagian besar bahan yang digunakan meerupakan import, sehingga kalau produknya ingin mendapatkan sertifikasi halal butuh biaya tambahan.

“Alasan pada umumnya mengatakan bahan baku 95% impor, sehingga kita tidak

tahu status kehalalannya, jadi kalau ingin halal perlu melacak kehalalannya ke produsennya memerlukan tambahan biaya dan waktu,” kata Slamet, dalam Workshop Nasional Gerakan Halal, di Gedung Serbaguna Salman ITB, Selasa (15/12).

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436747/apa-yang-dimaksud-seni-teater/