Mengapa tubuh perlu mengonsumsi vitamin selama puasa?

Banyak yang masih bingung tentang waktu yang tepat untuk mengonsumsi vitamin selama puasa, subuh atau hiruk pikuk. Apakah ada rekomendasi dan aturan khusus untuk asupan vitamin selama Ramadhan?

Mengapa tubuh perlu mengonsumsi vitamin selama puasa?

Asupan vitamin selama puasa dianggap cukup penting untuk memenuhi kebutuhan mineral dan vitamin ketika tubuh berhenti makan dan minum sementara. Tidak semua vitamin bekerja dalam tubuh Anda dengan cara yang sama dan pada saat yang sama. Karena itu, ada baiknya mengetahui aturan dan kapan harus mengonsumsi vitamin, terutama saat puasa dengan makanan terbatas.

Berikut ini adalah panduan untuk mempelajari tentang jenis vitamin dan waktu yang tepat untuk mengkonsumsinya selama puasa:

Vitamin yang larut dalam lemak paling baik dikonsumsi setelah rusak
Sebelumnya, ada dua jenis vitamin umum yang larut dalam lemak dan larut dalam air. Nah, untuk vitamin atau suplemen kesehatan yang berlemak banyak, sebaiknya dikonsumsi setelah berbuka puasa. Waktu berbuka puasa atau makan malam adalah waktu optimal untuk mengonsumsi vitamin yang larut dalam lemak.

Vitamin yang larut dalam lemak akan larut dalam tubuh kita menggunakan lemak dari makanan di dalam tubuh. Dengan demikian, kandungan vitamin diangkut ke dalam aliran darah untuk memaksimalkan fungsinya masing-masing. Contoh-contoh vitamin yang larut dalam lemak yang dapat dikonsumsi pada malam hari termasuk vitamin A, vitamin K, vitamin E dan vitamin D.

Saat tubuh kita mengonsumsi vitamin yang larut dalam lemak, vitamin ini akan disimpan di hati. Karena itu, vitamin ini paling baik dikonsumsi dengan makanan yang mengandung lemak tak jenuh atau mengandung minyak untuk memaksimalkan penyerapan fungsional.

Vitamin yang larut dalam air paling baik dikonsumsi saat fajar
Untuk jenis vitamin yang larut dalam air, sebaiknya dikonsumsi saat fajar. Minimal Anda bisa memakannya 30 menit sebelum makan atau 1 jam setelah makan sahur. Ini disebabkan waktu penyerapan vitamin yang lebih baik yang larut dalam air saat kondisi perut masih kosong.

Vitamin yang larut dalam air biasanya mudah dicerna oleh tubuh dengan minuman dan makanan sehari-hari. Contohnya termasuk vitamin C, vitamin B dan folat (asam folat) yang larut dalam air. Tubuh Anda membutuhkan jumlah vitamin yang dibutuhkan untuk menghilangkan sisa-sisa urin yang masih tersimpan di dalam tubuh. Karena tubuh Anda tidak menyimpan vitamin untuk jangka waktu yang lama, vitamin ini juga akan keluar bersama urine untuk sementara waktu.

Untuk jenis vitamin ini, Anda harus mengkonsumsinya selama fajar untuk memulai aktivitas puasa Anda. Misalnya, Anda bisa mengonsumsi vitamin B sebelum makan sahur. Vitamin B adalah jenis vitamin yang meningkatkan energi dan berfungsi untuk mengurangi tingkat stres. Beberapa vitamin B yang paling banyak dikonsumsi adalah B-2, B-6 dan B-12. Juga telah terbukti secara klinis bahwa vitamin B dapat mengurangi jumlah stres dan meningkatkan mood Anda setiap hari.

Kiat untuk mengonsumsi vitamin saat puasa

Efek samping paling umum yang dialami orang ketika mereka mengonsumsi vitamin adalah mual, diare ringan, dan ketidaknyamanan lambung. Untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan membatasi efek samping, sebagian besar produsen vitamin merekomendasikan untuk mengonsumsi suplemen atau memakannya bersama makanan.

Beberapa orang mungkin mengalami overdosis vitamin dan menyebabkan beberapa efek samping. Misalnya, tidak dianjurkan mengonsumsi vitamin K dengan suplemen pengencer darah atau warfarin, karena tubuh akan menimbulkan reaksi buruk.
Bahkan jika Anda direkomendasikan oleh produsen produsen vitamin, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter Anda lagi. Lebih jauh, fungsi biologis tubuh akan berbeda selama bulan puasa. Karena itu mungkin perlu untuk beradaptasi dan menyarankan dokter untuk mengambil vitamin tertentu.

Baca juga: