Bogor Ingin Hadir di Tengah Masyarakat

Bogor Ingin Hadir di Tengah Masyarakat

 

Bogor Ingin Hadir di Tengah Masyarakat

Badan Narkotika Kota

Badan Narkotika Kota (BNK) Kota Bogor menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan berbagai lintas sektoral dan instansi di ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Senin (18/12/2017). Hal ini dilakukan BNK Kota Bogor yang ingin berperan aktif di tengah masyarakat.

Sekretaris Daerah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat yang memimpin rakor menjelaskan, terlepas BNK Kota Bogor secara kelembagaan tidak terlalu aktif di tahun 2017 ini, tetapi ada upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, baik dari kepolisian melalui cipta kondisinya, Dinas Kesehatan (Dinkes) yang telah menyiapkan Puskesmas untuk pemeriksaan HIV, Dinas Pendidikan (Disdik) bekerjasama dengan kepolisian memasukkan materi bahaya narkoba di kurikulum sekolah. Rumah Sakit Marzuki Mahdi Bogor telah banyak melakukan rehabilitasi kepada pengguna narkoba termasuk LSM Rumah Singgah Peka.

“Dan nanti Disdik bekerjasama dengan Polresta Bogor Kota akan melakukan sosialisasi mengenai bahaya narkoba tanggal 21 Desember 2017 ,” kata Ade.

Dia menyebutkan

Ada beberapa yang dihasilkan dalam rakor ini, diantaranya BNK Kota Bogor ingin hadir di tengah-tengah masyarakat, salah satunya akan melakukan sosialisasi terhadap bahaya narkoba di Car Free Day (CFD) jalan Jendral Sudirman, Minggu (31 Desember 2017). Selain itu di tahun ini akan dibentuk ketua Pokja pelaksana BNK Kota Bogor, membentuk rumah pasca rehab dan meningkatkan cipta kondisi di akhir tahun dengan Kepolisian.

Sementara itu

Wakasatnarkoba Polresta Bogor Kota AKP Deni Rusnandar menuturkan, pihaknya sudah melakukan kegiatan pencegahan dan penegakan hukum terhadap  pelaku penyalahgunaan narkoba.

“Kita juga berkoordinasi dengan BNNK Kabupaten Bogor dikarenakan di Rumah Sakit Marzuki Mahdi penuh untuk proses rehabilitasi pengguna narkoba. Pada dasarnya peredaran dan kasus narkoba di kota Bogor terbilang lumayan. Untuk itu, kita tidak hanya melakukan pencegahan tetapi penegakan hukum dan edukasi,” terangnya.

Ia menuturkan, sudah ada Memorandum Of Understanding (MoU) antara Kapolresta Bogor Kota Bogor dengan Wali Kota Bogor terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Kedepan kita harus lebih aktif lagi, kami di Polresta Bogor Kota sudah konsisten melakukan pencegahan dan penegakan hukum hingga melakukan cipta kondisi yang terus ditingkatkan menjelang tahun baru ini,” pungkasnya.

Hadir dalam rakor tersebut perwakilan dari Dinkes

Dinsos,  Disdik,  Polresta Bogor Kota, Kecamatan, Kejari Kota Bogor, Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Masyarakat (Adkesra) Setdakot Bogor Iman, Kepala Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bogor Iwan Suryawan, dari RS Marzuki Mahdi dr.  Ayie Sri Kartika dan dari Rumah Singgah Peka.

Artikel terkait: