Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Basahsa Nasional

Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Basahsa Nasional

Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Basahsa Nasional

Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Basahsa Nasional
Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Basahsa Nasional

Di bumi ini semua manusia mempunyai bahasa

Pemilikan bahasa konseptual ini membedakan manusia dari yang lainnya. Dalam kelangsungan kehidupan manusia, maka fungsi bahasa yang paling mendasar adalah menjelmakan pemikiran konseptual ke dalam dunia kehidupan. Kemudian penjelmaan tersebut menjadi landasan untuk suatu perbuatan. Perbuatan ini menyebabkan terjadinya hasil, dan akhirnya hasil ini dinilai. Bila pemikiran konseptual tidak dinyatakan dalam bahasa, maka orang lain tidak akan mengetahui pemikiran tersebut. Ada kemungkinan juga sebuah pemikiran langsung dijelmakan dalam sebuah perbuatan, yang kemudian ditirukan oleh orang lain. Tetapi langkah demikian serupa dengan perilaku seekor monyet sekitar 30 juta tahun yang lalu.

Pernyataan diatas sejalan dengan pernyataan Aminuddin (2011:10)

Yang menyatakan bahwa bahasa adalah alat atau media untuk berpikir dan mengeluarkan hasil pemikirannya juga melalui bahasa yang komunikatif dan dapat dipahami antar masyarakat bahasa.

Maksud dari pernyataan di atas adalah bahasa merupakan inti dari berpikir dan bisa dikatakan sebagai induk sebuah ilmu. Tanpa ada bahasa mereka para ilmuan mungkin tidak menjadi seorang ilmuan yang terkenal karena mereka tidak mampu menyampaikan hasil pemikirannya dengan menggunakan bahasa. Bahasa merupakan sarana komunikasi baik komunikasi antarindividu maupun komunikasi diri sendiri yang disebut dengan komunikasi batiniah.

Sama halnya dengan pernyataan Minto (2007:5)

Bahwa berbahasa berarti berkomunikasi dengan menggunakan media bahasa. Bahasa harus dipahami oleh semua pihak dalam suatu komunitas. Komunikasi merupakan penggerak kehidupan. Jadi, tidak mungkin dapat dihilangkan karena manusia merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan interaksi atau hubungan dengan manusia lain.

Paparan dari Minto di atas menerangkan kedudukan manusia

Sebagai makhluk sosial yang membutuhkan komunikasi dalam suatu komunitas untuk kelangsungan hidup manusia. Komunikasi antarmanusia tidak dapat dienyahkan dari peradaban manapun dan selamanya tidak akan pernah hilang. Oleh karena itu, komunikasi atau interaksi merupakan hal yang vital atau penting.

Tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa di dunia sangat beragam. Keberagaman bahasa dunia ini mencerminkan pentingnya sebuah bahasa yang digunakan dalam masyarakat tertentu untuk berkomunikasi. Keberagaman bahasa di dunia saat ini sudah ada solusinya untuk bisa berkomunikasi secara global yakni melalui bahasa Inggris. Tidak jauh berbeda dalam satuan negara, khususnya Indonesia yang juga memiliki banyak suku bangsa, budaya, serta bahasa dapat disatukan dengan bahasa nasional, yakni bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia merupakan

Bahasa terpenting di kawasan republik Indonesia. Pentingnya peranan bahasa itu antara lain bersumber pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang berbunyi: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Selanjtnya butir ketiga dari Sumpah Pemuda tersebut diperkuat dengan Undang-Undang Dasar 1945 bab XV pasal 36 yang menyatakan bahwa “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.

Dasar landasan pentingnya bahasa Indonesia sudah dipertegas dalam UUD 1945. Maka penting tidaknya suatu bahasa dapat juga didasari pada: (1) jumlah penuturnya; (2) luas penyebarannya; (3) peranannya sebagai sarana ilmu, kasusastraan, dan ungkapan budaya lain yang dianggap bernilai. Menurut patokan-patokan yang diajukan tersebut, bahasa nasional mengatasi bahasa daerah yang lain.

Bahasa nasional berkedudukan di atas bahasa daerah yang digunakan dalam negara tersebut secara resmi dan formal. Bahasa nasional memiliki jumlah penutur yang banyak karena sifat bahasa pada dasarnya arbitrer  dan konvensional. Selain itu penyebaran bahasa nasional lebih luas meliputi seluruh nusantara. Bahasa nasional juga berperan sebagai madia penyalur ilmu, kesusastraan, dan media pengungkapan budaya yang lainnya yang dianggap bernilai, berharga.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/