2014 masyarakat nikmati 12 produk penelitian UGM

2014 masyarakat nikmati 12 produk penelitian UGM

2014 masyarakat nikmati 12 produk penelitian UGM

2014 masyarakat nikmati 12 produk penelitian UGM
2014 masyarakat nikmati 12 produk penelitian UGM

Tema Mengabdikan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks) untuk Kedaulatan Bangsa Indonesia pada dies natalis Universitas Gajah Mada (UGM) ke-64, direalisasikan dengan hilirisasi 12 produk penelitian.

Bekerja sama dengan pemerintah, produk-produk yang dipastikan bermanfaat bagi masyarakat tersebut akan beredar luas pada 2014 mendatang.

“Upaya-upaya UGM agar ipteks yang dikembangkan bisa segera dimanfaatkan untuk

bangsa dan kemanusiaan bukan hanya sebatas pada knowledge production,” kata Rektor UGM, Pratikno, dalam pidatonya di UGM, Yogyakarta, Kamis 19 Desember 2013.

Tetapi juga knowledge delivery kepada sesama masyarakat akademik (dalam bentuk

publikasi), kepada pemerintah (policy advocacy), masyarakat (kegiatan pengabdian masyarakat) dan kepada industri (pengindustrian hasil-hasil penelitian),” imbuhnya.

Dikatakan Pratikno, tahun ini UGM melahirkan 12 produk penelitiannya untuk diproduksi oleh empat BUMN, yakni PT Biofarma, PT Kimia Farma, PT Indofarma dan PT Pharos. Beberapa produk yang akan dipasarkan tersebut terdiri dari delapan produk kesehatan, dua alat kesehatan, satu alat uji kanker tenggorokan dan tiga jenis produk makanan.

“Di bidang pangan, hilirisasi ke industri juga terus ditingkatkan, seperti pengembangan industri ‘Gama Tahu’ sebagai demplot pembelajaran dan inkubasi bisnis. Bahkan pengembangan agro industri pengolahan daging ayam skala besar 20.000 ekor ayam perhari juga sedang dijajagi oleh KP4 UGM,” ungkapnya.

Salah satu produk dari kerja sama interdisipliner yang akan beredar ialah sistem

pemantauan dan deteksi dini bencana gerakan tanah (longsor). Alat tersebut berhasil dihilirkan ke beberapa industri pertambangan dan geothermal.

Saat ini, sistem pemantauan dan deteksi dini tersebut telah dioperasikan melalui

100 titik pemantauan di lapangan panas bumi Pertamina di beberapa wilayah di Indonesia dan juga sudah dipakai perusahaan pertambangan di Myanmar.

“Bahkan, China Geological Survei juga telah menerapkan teknologi yang dikembangkan UGM ini untuk memantau gerakan tanah di 100 lokasi rawan di China. Ini tentu suatu kebanggaan sekaligus pembuktian bahwa kita bangsa Indonesia mampu bersaing dan berdaulat secara iptek,” tuturnya.

 

Baca Juga :