Pengertian Klausa, Ciri dan Contohnya

Pengertian Klausa, Ciri dan Contohnya

Pengertian Klausa, Ciri dan Contohnya

Pengertian Klausa, Ciri dan Contohnya
Pengertian Klausa, Ciri dan Contohnya

Definisi Klausa menurut beberapa ahli bahasa :

Kridalaksana, klausa merupakan satuan gramatikal yang berupa gabungan kata, minimal terdiri dari subjek dan predikat serta berpotensi menjadi kalimat.
Ramlan, klausa merupakan satuan gramatik yang terdiri atas SP (O) (Pel) (K)
H. Alwi, klausa merupakan satuan sintaksis yang terdiri atas dua kata atau lebih dan mengandung unsur predikasi.

Jadi, Klausa adalah satuan gramatik yang terdiri atas S–P baik disertai O, PEL, dan KET maupun tidak. Dengan ringkas, klausa ialah S P (O) (PEL) (KET). Tanda kurung menandakan bahwa yang terletak dalam kurung itu bersifat manasuka, artinya boleh ada, boleh juga tidak ada.
Contoh:
Ketika orang-orang mulai menyukai ayam bekisar, Edwin sudah memelihara untuk dijual di pasaran.
Kalimat di atas terdiri dari empat klausa, yaitu:
1. (ketika) orang-orang mulai (S–P);
2. menyukai ayam bekisar (P–O);
3. Edwin sudah memelihara (S–P); dan
4. untuk dijual di pasaran (P–Ket.).

Ciri-ciri klausa adalah sebagai berikut:

1. Berupa satuan gramatikal
2. Paling tidak berpola S-P
3. Bersifat predikatif
4. Berpotensi menjadi kalimat

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Klausa dapat dibagi berdasarkan itemnya yaitu sebagai berikut:
1. Klausa Lengkap, klausa yang terdiri atas S, P, baik disertai O, Pel, Ket, maupun tidak.
Contoh:
a. Dita sedang membaca buku (S-P-O)
b. Laras menulis surat untuk temannya (S-P-O-K)
c. tadi pagi temanku pergi ke Surabaya (K-S-P-K)
d. anakku menjahitkan temannya baju (S-P-O-Pel)

2. Klausa Tak Lengkap, klausa yang tidak mengandung S, tetapi terdiri dari P baik disertai O, Pel, Ket maupun tidak.
Contoh:
a. sedang membaca buku (misalnya jawaban dari pertanyaan sedang mengapa dia?
b. setalah beristirahat cukup lama, kami beristirahat sebentar

Berdasarkan fungsinya, klausa dapat dibagi menjadi sebagai berikut:

1. Klausa yang menduduki fungsi subjek

Subjek adalah bagian klausa yang berwujud nomina atau frasa nomina yang menandai apa yang dinyatakan oleh pembicara (penulis). Di dalam bahasa Indonesia, subjek biasanya mendahului predikat, seperti:
– kami sekeluarga berlibur
– berenang itu menyehatkan
Kedua klausa itu disebut klausa ini karena terdiri atas subjek (kami sekeluarga dan berenang itu) serta predikat (berlibur dan menyehatkan). Kedua klausa itu dapat menjadi inti kalimat, yang bagian-bagiannya tetap menduduki fungsi yang sama, seperti:
– Kami sekeluarga bulan yang lalu berlibur di Bali.
– Berenang itu ternyata dapat turut menyehatkan fisik dan mental.

2. Klausa yang menduduki fungsi objek

Objek adalah bagian klausa yang berwujud nomina atau frasa nomina yang melengkapi verba transitif. Objek dikenai perbuatan yang disebutkan dalam predikat verbal. Objek dapat dibagi menjadi dua, yaitu objek langsung dan objek tidak langsung.
Objek langsung adalah objek langsung dikenai perbuatan yang disebutkan dalam predikat verbal; objek tak langsung adalah objek yang menjadi penerima atau yang diuntungkan oleh perbuatan yang terdapat dalam predikat verbal.
Contoh objek langsung:
– bibi sedang menanak nasi
– ibu membawa minuman
Nasi pada contoh di atas merupakan objek bagi verba menanak dan minuman menjadi objek bagi membawa.
Contoh objek tak langsung:
– Bibi sedang menanankkan nasi untuk kita semua.
– Ibu membawakan minuman untuk ayah.
Kata kita semua dalam kalimat di atas merupakan objek taklangsung bagi verba menanakkan, sedangkan untuk ayah adalah objek taklangsung bagi verba membawakan.

3. Klausa keterangan

Klausa keterangan adalah klausa yang menjadi bagian luar inti, yang berfungsi meluaskan atau membatasi makna subjek atau makna predikat. Contohnya:
– keterangan akibat : penjahat itu dihukum mati.
– keterangan sebab : karena sakit, ia tidak jadi ikut.
– keterangan jumlah : bagai pinang dibelah dua.
– keterangan alat : dinaikkan dengan mesin pengangkat.
– keterangan cara : diterima dengan baik.
– keterangan kualitas : berlari bagai kilat.
– keterangan modalitas : tidak mungkin itu terjadi.
– keterangan pewatas : keterangan lebih lanjut.
– keterangan subjek : guru yang baik.
– keterangan syarat : tolonglah kalau kau bisa
– keterangan objek : menjadi pengusaha yang jujur
– keterangan tujuan : bekerja untuk hidup
– keterangan tempat : datang dari barat
– keterangan waktu : ditunggu sampai besok pagi
– Keterangan perlawanan: meskipun lambat, selesai juga dikerjakannya

4. Klausa pelengkap

Klausa pelengkap adalah klausa yang terdiri atas nomina, frasa nomina, adjektiva yang merupakan bagian dari predikat verbal, seperti:
– kakakku menjadi pilot
– kami bermain bola
– persoalan itu dianggap penting
– aku dianggap patung
– adik menari bali
– paman berdagang kain
– negara kita berdasarkan pancasila