TAHAP TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA MENURUT PARA AHLI

TAHAP TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA MENURUT PARA AHLI

TAHAP TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA MENURUT PARA AHLI

TAHAP TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA MENURUT PARA AHLI
TAHAP TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA MENURUT PARA AHLI

Tahap perkembangan manusia menurut aguste comte

Comte memperkenalkan metode positif, yaitu hukum mengenai urutan gejala – gejala sosial. Dia memperkenalkan hukum tiga stadia ( tahap ) yang berhubungan dengan cara berpikir yang mendasari perkembangan masyarakat.

  1. Tahap teologis

Pada tahap ini orang lebih suka dengan pertanyaan yang tidak dapat di pecahkan. Yaitu tentang hal – hal yang tidak dapat diamati.

  1. Tahap metafisik

Pada tahap ini jawaban atas pertanyaan – pertanyaan yang sama di cari jawabannyapada hal – hal yang abstrak yang di ibaratkn sebagai esensi ( hakikat ) dan eksistensi ( keberadan ).

  1. Tahap positif

Pada tahap ini manusia muai mencari jawaban yang tidak bersifat mutlak, yang mempertanyakan kaitan statis serta dinamis dengan gejala – gejala yang muncul.

Solidaritas ( EMILE DURKHEIM )

Dalam karrya besarnya yang pertama, durkheim membahas tentang masalah pembagian kerja yang berfungsi untuk meningkatkan solidaritas, durkheim membai dua tipe utama solidaritas yaitu :

  1. Solidaritas mekanis

Solidaritas mekanis adalah tipe yang di dasarkan atas persamaan. Bisa di jumpai pada masyarakat yang masih sederahana dan mempunyai struktur sosial yang bersifat segmenter ( terbagi ).

  1. Solidaritas organis

Merupakan sistem terpadu dalam organis di dasarkan atas keragaman – keragaman fungsi demi kepentingan keseluruhan. Berbeda dengan solidaritas organis yang di dasarkan pada hati nurani kolektif. Solidaritas organis di dasarkan pada hukum dan akal.

Kelas sosial ( karl marx )

Sumbangan marx bagi sosiologi terletak pada teori mengenai kelas. Menurut marx, perkembangan pembagian kerja dalam ekonomi kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda, yaitu :

  1. Kaum borjuis ( kaum kapitalis )

Kelas yang terdiri dari orng – orang yang menguasai  alat – alat peoduksi dan modal.

  1. Kaum proletar

Kelas yang terdiri dari orang – orang yang tidak mempunyai alat – alat produksi dan modal. Sehingga di ekploitasi untuk kepentingan kaum kapitalis.

Paul B Horton

Tekhnik riset dalam sosiologi menurut paul B horton adalah sebagai berikut :

  1. Studi cross – sectional dan longitudinal

Studi cross – sectional adalah suatu pengamatan yang meliputi suatu daerah yang luas dan dalam suatu jangka waktu tertentu. Sedangkan longitudinal adalah suatu studi yang berlansung sepanjang waktu yang menggambarkan suatu kecenderungan dan serangkaian pengalaman sebelum dan sesudah.

  1. Eksperime laboratorium dan eksperimen lapangan

Dalam eksperimen laboratorium, subjek orang dikumpulkan dalam suatu ruangan atau ‘’ laboratrium ‘’ dan di beri pengalaman sesuai dengan keinginan penaliti. Penelitian eksperimen lapangan adalah pengamatan yang dilakukan di luar laboratorium dan peneliti memberikan pengalaman – pengalaman yang baru kepada objek secara umum kemudian diamati hasilnya.

  1. Penelitian pengalaman

Hampir sama dengan eksperimen tetapi dalam penelitian ini kita tidak mempengaruhi terjadinya suatu kejadian.

  1. Soerjono soekanto
  2. Metode kualitas

Mengutamakan bahan atau hasil pengamatan yang sukar di ukur dengan angka – angka atau ukuran – ukuran secara sistematis, meskipun kejadian itu nyata dalam masyarakat. Metode yang termaksud dalam metode kualitas adalah :

  1. Metode historis

Yaitu metode pengamatan yang menganalisis peristiwa masa silam untuk merumuskan prinsip umum.

  1. Metode komparatif
    yaitu metode pengamatan yang menbandingkan antara bermacam masyarakat dengan bidangnya untuk memperoleh perbedaan dan persamaan sebagai petunjuk suatu masyarakat.
  2. Metode studi kasus

Yaitu suatu metode pengamatan, tentang suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempa, lembaga – lembaga, maupun individu – individu.

  • Wawancara ( interview )
  • Daftar pertanyaan ( questionaire )
  • Participance observe tekhnik
  1. Metode kuantatif

Dalam metode ini si peneliti lebih mengutamakan akan bahan – bahan keterangan atau data – data penelitian dengan angka sehingga gejala – gejala yang di teliti dapat diukur dengan menggunakan skala, index, tabel, dan formula.

Sumber: https://www.dosenpendidikan.com/