Google Harus Hentikan Proyek Pelacak “Dragonfly”

Google Harus Hentikan Proyek Pelacak “Dragonfly”

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menyatakan bahwa proyek “Dragonfly” yang dimilik Google perlu dihentikan. Pence mendesak kepada pihak Google untuk mengakhiri pengembangan aplikasi Dragonfly yang dapat melacak penelusuran seseorang di internet.

Pada pidatonya terhadap Kamis (04/10/18), Pence menyatakan bahwa proyek yang kabarnya diperuntukan untuk negara China secara langsung akan mengancam privasi warga China.

FILE PHOTO: U.S. Vice President Mike Pence delivers a speech at the Republican National Lawyers Association (RNLA) in Washington, U.S., August 24, 2018. REUTERS/Chris Wattie/File Photo

Selain itu Wapres Pence menilai kalau proyek “Dragonfly” yang dikembangkan Google selanjutnya benar-benar rentan untuk dimanfaatkan untuk keperluan politik partai komunis di China.

“Google perlu langsung mengakhiri pengembangan aplikasi ‘Dragonfly’ yang akan memperkuat sensor Partai Komunis dan membahayakan privasi pelanggan China,” ucap Pence layaknya yang dilansir Smartphoneku dari Reuters.

Google sendiri merupakan perusahaan yang dapat menciptakan mesin pencari di internet. Melalui Google penduduk dapat bebas melacak apa pun dan informasi dapat dibuka dengan ringan disana.

Tetapi bagi Pence kalau proyek Dragonfly punya Google benar-benar ironi. Melalui proyek selanjutnya Pence menilai kalau Google justru menghalangi kebebasan warga China bahkan mendukung praktek penindasan.

“Jika itu bermakna menyerahkan kekayaan intelektual mereka atau mendukung penindasan Beijing,” ucap Pence layaknya yang dilansir Smartphoneku dari Reuters,Jumat (5/10/2018).

Proyek Dragonfly sendiri merupakan mesin pencari Google yang dikabarkan dibuat untuk negara China. Mesin pencari Dragonfly nantinya dapat melacak riwayat pencarian pengguna.

Pengguna yang menulis pencarian tentang topik-topik yang dilarang oleh pemerintah China akan secara otomatis dapat ditelusuri identitasnya. Proyek ini dikabarkan juga adalah usaha Google untuk dapat masuk ke pangsa pasar di China walaupun proyek selanjutnya jadi memicu polemik di kalangan internal mereka.

Pada pertengahan September selanjutnya dikabarka ada tujuh karyawan Google dilaporkan memilih keluar. Mereka terlihat sebagai bentuk penolakan atas proyek mesin pencari tersebut.

Menurut salah satu pegawai yang terlihat yaitu Jack Poulson dirinya terlihat sebab terbentuk oleh tanggung jawab etis.
Menurutnya, dengan menggarap proyek Dragonfly, Google sudah merampas komitmen hak asasi manusia yang digaungkan sejak lama.

CEO Google, Sundar Pichai, sempat menanggapi rumor tentang Dragonfly terhadap pertemuan karyawan, Agustus 2018. Ia menekankan bahwa Google tidak akan mengembalikan mesin pencarinya di China didalam kala dekat.

Namun begitu, ia mengatakan, ada fungsi yang didapatkan oleh Google terhadap era mendatang kalau masuk ulang ke China. “Saya yakin Google akan punya dampak positif saat terlibat di seluruh dunia,” ujarnya. [NM/HBS]

Selengkapnya : https://www.caraflashandroid.com/